Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2020 | 20.42 WIB

Di Sudut Papua, Dwi Cahyono Besar dalam Asuhan Bahasa Jawa dan Wayang

CITA-CITA SEJAK SD: Dwi Cahyono (kanan) bersama Letkoll Inf Yoga Cahya Prasetya di Mako Rindam VII/ Cenderawasih di Iftar Gunung Sentani, Kabupaten Jayapura (10/6). (ELFIRA/CENDERAWASIH POS) - Image

CITA-CITA SEJAK SD: Dwi Cahyono (kanan) bersama Letkoll Inf Yoga Cahya Prasetya di Mako Rindam VII/ Cenderawasih di Iftar Gunung Sentani, Kabupaten Jayapura (10/6). (ELFIRA/CENDERAWASIH POS)

Dwi Cahyono diasuh keluarga transmigran Jawa sejak berusia tiga hari. Hubungan dengan ayah kandungnya dari suku Awyu, Papua, tetap terjaga baik.

ELFIRA, Kabupaten Jayapura, Jawa Pos

---

NAMANYA Dwi Cahyono. Dia lahir dari sepasang suami istri suku Awyu nun di Papua sana. Tapi, kegemarannya justru menonton wayang kulit dan mendendangkan lagu-lagu Didi Kempot.

Kulo diopeni wong tuwo angkat. Bapak angkat kulo Jawa Timur, asline Jember. Mak e Jawa Timur, asline Kediri (Saya dirawat orang tua angkat. Bapak angkat saya orang Jawa Timur, aslinya Jember. Ibu dari Kediri, Red),” kata Dwi saat diminta untuk memperkenalkan diri oleh Cenderawasih Pos dalam bahasa Jawa.

Dwi tengah mengikuti pendidikan pertama tamtama TNI-AD di Lapangan Pancasila, Mako Rindam XVII/Cenderawasih, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Mardi Santoso dan Parinten, orang tua angkatnya, merupakan suami istri transmigran. Pemuda kelahiran 26 Agustus 1998 tersebut mereka asuh sejak berusia tiga hari. Setelah ibu kandungnya, Yulita Pari Kumuda, meninggal.

Jadi, tak mengherankan kalau kemudian Dwi, seperti ditunjukkannya di hadapan Cenderawasih Pos, bisa fasih melantunkan Pamer Bojo, salah satu hit almarhum Didi Kempot. Dengan logat khas Jawa Timur.

Dwi menyebut orang tua angkatnya yang sehari-hari bertani mengasuhnya dengan penuh kasih sayang. Dia diperlakukan sama dengan kakak dan adik angkat, anak-anak kandung pasangan Mardi-Parinten.

Pulang sekolah, Dwi juga rutin membantu orang tua. Mulai membersihkan halaman rumah hingga pergi mencari rumput bersama ayah angkatnya untuk pakan ternak sapi mereka.

”Saya bisa berbahasa Jawa karena di rumah setiap hari kami berbahasa Jawa. Bapak, ibu, kakak, serta adik saya di rumah dalam berkomunikasi selalu menggunakan bahasa Jawa,” tutur dia.

Dwi bisa bicara dalam bahasa Jawa ngoko dan kromo. Dalam video yang direkam Cenderawasih Pos saat dia diminta untuk memperkenalkan diri, Dwi berbicara dalam bahasa Jawa campuran, ngoko, kromo, dan diselingi beberapa kosakata bahasa Indonesia. Dialeknya khas Jawa Timuran.

Besar dalam asuhan keluarga Jawa itu pula yang membuat dia mengenal wayang kulit. Bersama bapak dan ibu angkat, Dwi yang dijadwalkan menyelesaikan pendidikan tamtama Oktober mendatang sering menontonnya di televisi. ”Meskipun saya tidak terlalu memahami isinya,” kata putra Agustinus Hemi Kumuda itu seraya tersenyum.

Namun, itu tak lantas membuat dia tercerabut dari akarnya. Dia memang diasuh dalam lingkup kultur Jawa. Tapi, dia juga tumbuh dan besar sebagaimana anak-anak Mappi lain.

Hubungan dengan ayah kandungnya, Agustinus Hemi Kumuda, tetap terjaga baik. ”Saya sering diantar orang tua angkat untuk menemui ayah kandung saya,” katanya saat ditemui di sela mengikuti pendidikan di Lapangan Pancasila Mako Rindam XVII/Cenderawasih.

Kabupaten Mappi yang diresmikan pada 2002 itu semula merupakan bagian dari Kabupaten Merauke. Akses utama dari Merauke menuju Kepi, ibu kota Mappi, lewat udara dengan menggunakan pesawat Twin Otter.

Meski mayoritas wilayah Mappi berupa dataran rendah, menembusnya lewat darat tidaklah mudah. Jalannya berlumpur dan banyak dialiri sungai.

Di kampung ayah kandungnya, Dwi juga mengerti jika diajak ngobrol dalam bahasa setempat. Meski memang dia tidak bisa fasih mengucapkannya.

”Selama pendidikan SD hingga SMA, di sekolah kerap berlogat Jawa dengan teman-teman dari suku Jawa lainnya. Itu pun kalau memang sedang berdua atau bertiga. Kalau sedang ramai, kami menggunakan bahasa Indonesia,” katanya.

Ketertarikannya menjadi anggota TNI bermula saat dia mengikuti kegiatan karnaval dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Dia mengenakan seragam anggota TNI dalam acara tersebut.

”Waktu itu kelas III SD. Dari situ, saya ingin sekali menjadi anggota TNI,” tuturnya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, tahun lalu Dwi mengikuti seleksi penerimaan calon anggota TNI. Namun, dia gagal lolos.

”Saya tidak putus asa atas kegagalan itu,” katanya.

Belajar dari kegagalan tersebut, Dwi kembali mengikuti seleksi penerimaan yang dibuka Februari lalu. Untuk persiapan mengikuti seleksi, Dwi mempersiapkan fisik dan mental dengan mengikuti latihan pencak silat selama berada di Mappi.

Dwi akhirnya bisa melalui seluruh tahapan seleksi dan terpilih sebagai calon tamtama TNI untuk mengikuti pendidikan di Rindam XVII/Cenderawasih. Jika tak ada aral melintang, dia akan lulus Oktober mendatang dengan pangkat prajurit dua.

Dansecata Rindam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya memuji kemampuan fisik Dwi. Menurut dia, itu buah kerja keras Dwi menekuni olahraga bela diri sehingga tidak sulit bagi dirinya menjalani latihan selama pendidikan di Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura.

”Jadi, dia tak perlu lagi adaptasi untuk materi fisik,” jelas Yoga kepada Cenderawasih Pos.

Dwi bangga karena bisa ikut pendidikan calon tamtama. ”Dulur-dulurku kabeh yo melu bangga (semua saudara saya juga ikut bangga, Red),” katanya.

Selain fisik prima, sebagaimana umumnya warga Papua, Dwi punya hobi dan kemampuan menyanyi. Berkaraoke salah satu caranya melepas lelah.

Dan, lagu-lagu Didi Kempot yang biasanya jadi pilihannya. Selain itu, dia menggemari Demy, penyanyi pop Banyuwangian. Kanggo Riko yang melejitkan Demy salah satu favoritnya.

”Saya kerap menyanyikannya saat karaokean,” katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore