
SIGAP: Anggota TNI AL berlatih di Laut Karimunjawa.
Setelah semua kapal menembakkan meriam, kami kembali ke kamar tidur bintara untuk bersiap salat Jumat. Sayangnya, kondisi perut tidak bersahabat. Rasa mual tidak bisa ditahan lagi. Sudah terlalu mual karena guncangan ombak.
Akhirnya saya berlari ke toilet. Semua sarapan tadi pagi keluar dari dalam perut. Badan terasa lemas. Setelah kembali ke kamar bintara, tubuh hanya bisa berbaring di atas bed. Sampai melewatkan salat Jumat.
Pukul 14.00, saya terjaga. Rasa mual sudah hilang. Tubuh sudah mulai beradaptasi dengan struktur kapal. Persiapan sesi foto udara kembali dilakukan. Kali ini, objek yang diambil adalah kapal selam KRI Nanggala.
Selesai sesi foto, kami menikmati keindahan sunset di perairan Karimunjawa sambil hunting foto kapal perang yang membelah ombak di belakang KRI Ahmad Yani.
Setelah puas hunting, kami membersihkan diri. Kami diperbolehkan mandi di kamar mandi perwira. Berbeda dengan kamar mandi anggota. Kamar mandi perwira memiliki sekat. Jadi, tidak bisa mengintip teman di sebelah. Hehehe...
Pada malam hari ada skenario anti air rapid open fire (AAROF) sebagai bentuk pertahanan dari serangan musuh di udara. Sebanyak 50 amunisi kaliber 12,7 milimeter dilayangkan dari bibir senjata mitraliur.
Lalu, kami mengobrol santai sambil menikmati kopi pada malam hari di atas dek buritan bersama para prajurit matra laut, Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan beberapa perwira.
Keesokan harinya, Sabtu (21/1), seluruh armada berlayar menuju Dermaga Ujung, Makoarmatim Surabaya. Di tengah perjalanan, aksi helikopter kembali dilakukan. Ada pengambilan foto formasi kapal dari udara.
Formasi yang dibentuk adalah replacement at sea (RAS). Yaitu, formasi untuk mendistribusikan logistik antarkapal. Posisi kapal harus sejajar dengan kapal lain. Haluan dan kecepatan disesuaikan dengan akurat.
Setelah sesi foto berakhir, KRI Ahmad Yani sudah sampai di APBS. Tiba-tiba ada delapan prajurit bersenjata AK 47 yang naik ke KRI Ahmad Yani. Sejumlah anak buah kapal (ABK) diamankan. Nakhoda kapal menyerang prajurit dengan menggunakan senjata tajam. Sayangnya, serangan nakhoda bisa dilumpuhkan dalam hitungan detik.
Itu merupakan kegiatan pemeriksaan kapal atau visit board search and seizure (VBSS), yang menjadi skenario latihan terakhir sebelum kapal tiba di Dermaga Ujung, Makoarmatim Surabaya. Setelah tiga hari dua malam berlayar, rasanya berat meninggalkan KRI Ahmad Yani. Keakraban bersama para prajurit hingga perwira TNI-AL membuat kaki terasa berat melangkah. Setelah KRI Ahmad Yani bersandar, perjalanan resmi berakhir. Jalesveva Jayamahe...!!! (*/c7/dos)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
