Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 22.30 WIB

Mengikuti Perjalanan KRI Ahmad Yani Menuju ”Medan Tempur” Karimunjawa

SIGAP: Anggota TNI AL berlatih di Laut Karimunjawa. - Image

SIGAP: Anggota TNI AL berlatih di Laut Karimunjawa.



Setelah semua kapal menembakkan meriam, kami kembali ke kamar tidur bintara untuk bersiap salat Jumat. Sayangnya, kondisi perut tidak bersahabat. Rasa mual tidak bisa ditahan lagi. Sudah terlalu mual karena guncangan ombak.



Akhirnya saya berlari ke toilet. Semua sarapan tadi pagi keluar dari dalam perut. Badan terasa lemas. Setelah kembali ke kamar bintara, tubuh hanya bisa berbaring di atas bed. Sampai melewatkan salat Jumat.



Pukul 14.00, saya terjaga. Rasa mual sudah hilang. Tubuh sudah mulai beradaptasi dengan struktur kapal. Persiapan sesi foto udara kembali dilakukan. Kali ini, objek yang diambil adalah kapal selam KRI Nanggala.



Selesai sesi foto, kami menikmati keindahan sunset di perairan Karimunjawa sambil hunting foto kapal perang yang membelah ombak di belakang KRI Ahmad Yani.



Setelah puas hunting, kami membersihkan diri. Kami diperbolehkan mandi di kamar mandi perwira. Berbeda dengan kamar mandi anggota. Kamar mandi perwira memiliki sekat. Jadi, tidak bisa mengintip teman di sebelah. Hehehe...



Pada malam hari ada skenario anti air rapid open fire (AAROF) sebagai bentuk pertahanan dari serangan musuh di udara. Sebanyak 50 amunisi kaliber 12,7 milimeter dilayangkan dari bibir senjata mitraliur.



Lalu, kami mengobrol santai sambil menikmati kopi pada malam hari di atas dek buritan bersama para prajurit matra laut, Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan beberapa perwira.



Keesokan harinya, Sabtu (21/1), seluruh armada berlayar menuju Dermaga Ujung, Makoarmatim Surabaya. Di tengah perjalanan, aksi helikopter kembali dilakukan. Ada pengambilan foto formasi kapal dari udara.



Formasi yang dibentuk adalah replacement at sea (RAS). Yaitu, formasi untuk mendistribusikan logistik antarkapal. Posisi kapal harus sejajar dengan kapal lain. Haluan dan kecepatan disesuaikan dengan akurat.



Setelah sesi foto berakhir, KRI Ahmad Yani sudah sampai di APBS. Tiba-tiba ada delapan prajurit bersenjata AK 47 yang naik ke KRI Ahmad Yani. Sejumlah anak buah kapal (ABK) diamankan. Nakhoda kapal menyerang prajurit dengan menggunakan senjata tajam. Sayangnya, serangan nakhoda bisa dilumpuhkan dalam hitungan detik.



Itu merupakan kegiatan pemeriksaan kapal atau visit board search and seizure (VBSS), yang menjadi skenario latihan terakhir sebelum kapal tiba di Dermaga Ujung, Makoarmatim Surabaya. Setelah tiga hari dua malam berlayar, rasanya berat meninggalkan KRI Ahmad Yani. Keakraban bersama para prajurit hingga perwira TNI-AL membuat kaki terasa berat melangkah. Setelah KRI Ahmad Yani bersandar, perjalanan resmi berakhir. Jalesveva Jayamahe...!!! (*/c7/dos)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore