
SIGAP: Anggota TNI AL berlatih di Laut Karimunjawa.
Kalau tidak terbiasa, mau mandi rasanya malu-malu kucing. Tapi, mau bagaimana lagi. Kalau tidak mandi, keringat yang menempel di badan bakal mengganggu aktivitas karena risi. Ya sudah. Mandi bareng anggota akhirnya terlaksana dengan khidmat.
Ketika makan malam, kami mendapat kesempatan makan bersama perwira menengah. Di antaranya, Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Kolonel Laut (P) Aryantyo Condrowibowo selaku wakil komandan latihan (Wadanlat) 1 dan Kolonel Laut (P) Anung Sutanto selaku wakil komandan latihan (Wadanlat) 2. Juga, Kolonel Laut (P) Mulyadi selaku kepala pengawas pengendali (Kawasdal) latihan serta Letkol Laut (P) Seno Ario Wibowo yang bertindak sebagai perwira staf operasi (Pasops) latihan.
Sempat grogi ketika makan malam bersama pejabat matra laut. Sebab, itu merupakan pengalaman pertama makan satu meja bersama pejabat TNI-AL. Setelah mengambil nasi, lauk, dan air minum, kami duduk satu meja bersama perwira menengah. Kursi digeser perlahan. Lalu, duduk tegap.
”Mohon izin makan, Ndan” seolah menjadi kalimat sakral sebelum makan. Setelah doa tentunya. Semua anggota selalu mengucapkan kalimat tersebut. Etika makan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai makan sebelum izin komandan.
Setelah makan, kami berbincang ringan bersama para perwira. ”Sudah pernah naik kapal perang?” tanya Letkol Seno.
Dengan tegas, saya menjawab, ”Siap, ini pengalaman pertama saya, Ndan.”
”Wah, hati-hati mabuk laut ya,” canda Letkol Seno, lantas tertawa, yang membuat suasana semakin cair.
Selesai makan malam, kami kembali ke kamar tidur bintara yang susun tiga tadi. Ombak tenang mengantarkan kami ke dalam mimpi indah.
Jumat (20/1), pukul 05.30, para prajurit bergegas menuju dek kapal. Kami yang baru terjaga mengikutinya sambil membawa ”alat tempur” berupa kamera DSLR lengkap dengan lensa pendukungnya. Sementara itu, para prajurit membawa alat tempur berupa senjata laras panjang jenis AK 47.
Di atas dek buritan, ada seorang prajurit yang tertembak di bagian badan dan kaki. Lalu, tim medis Koarmatim mengevakuasi korban ke dalam helikopter. Ternyata itu hanya skenario. Ceritanya, heli sedang mengevakuasi seorang prajurit yang tertembak dalam pertempuran di perairan Karimunjawa.
Ya, kami sudah sampai di Karimunjawa. Di atas dek buritan KRI Ahmad Yani, terlihat keindahan Pulau Karimunjawa dari kejauhan. Warna hijau pepohonan menyelimuti pulau yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Setelah skenario evakuasi, kami sarapan. Kali ini, kami diminta sarapan di lounge room bersama perwira. Seperti biasa, kalimat sakral ”Mohon izin makan, Ndan” harus diucapkan sebelum menyantap makanan.
Ketika sarapan satu meja bersama Komandan KRI Ahmad Yani Letkol Laut (P) Setyawan berlangsung, ombak setinggi 1 meter mengguncang lambung kapal. Rasa mual mulai terasa. Maklum, pengalaman pertama berlayar di kapal perang.
Pukul 10.00, semua kapal perang bersiap menembakkan meriam. Yakni, KRI Fatahillah, KRI Tongkol, KRI Hiu, KRI Ajak, KRI Sura, dan KRI Ahmad Yani tentunya. Yang menjadi sasaran tempur adalah pulau gundul.
Suara dentuman meriam kaliber 120 milimeter KRI Fatahillah terdengar pelan. Jarak KRI Ahmad Yani dan KRI Fatahillah sekitar 500 yard. Jadi, suara meriam dari kapal kelas corvette itu tidak terlalu terdengar keras.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
