
BUAH PENGALAMAN: Seger Purwanto menunjukkan produk boks pendinginnya.
Selama 20 tahun, Seger Purwanto ikut bekerja kepada orang. Bidangnya konsisten, yakni karoseri. Sejak enam tahun lalu, dia akhirnya merintis usaha sendiri.
HASTI EDI SUDRAJAT
SEORANG pemuda tampak membersihkan boks pendingin dengan menggunakan kain lap basah. Di belakangnya, berdiri pria paro baya yang memberikan arahan. Dia sesekali mendekat untuk menunjukkan bagian yang perlu dibersihkan.
’’Ini contoh boks yang sudah siap dikirim kepada pemesan,’’ jelas pria paro baya itu Sabtu (5/11). Namanya Seger Purwanto. Warga Desa Seketi, Balongbendo, tersebut pasti tidak merasa asing dengannya.
Seger adalah kepala desa (Kades) di sana. Selain mengabdikan diri untuk masyarakat, pria 44 tahun itu memiliki usaha pembuatan karoseri boks pendingin. Karoseri merupakan bak atau boks.
Dia biasanya memodifikasi karoseri, lalu meletakkannya di atas sasis kendaraan roda empat. Seger menuturkan, dia mengenal dunia karoseri sejak 1987. Saat itu dia baru lulus dari SMPN 1 Krian.
’’Saya tidak melanjutkan pendidikan. Faktor ekonomi menjadi penyebabnya,’’ kata anak kedelapan dari sepuluh bersaudara tersebut.
Pada usia yang masih belia, dia bekerja di sebuah perusahaan pembuatan karoseri boks aluminium di kawasan Surabaya Selatan. Seger yang sama sekali tidak berpengalaman mendapat tugas sebagai finisher produk yang sudah jadi.
’’Membersihkan boks. Mencuci dan mengelap agar mengilat. Istilahnya, tukang sapu produk sebelum dikirim,’’ ungkapnya.
Dua tahun berselang, perusahaan tempatnya bekerja membuka cabang di Jakarta. Nah, tempat baru itu membutuhkan empat pegawai. Yakni, dua tukang dan dua pembantu tukang.
Seger ternyata masuk daftar orang-orang yang dipilih perusahaan untuk pergi ke ibu kota. ’’Saya jadi pembantu tukang, naik setingkat dari tukang sapu,’’ ucapnya, lantas tertawa lepas.
Pembantu tukang bertugas menyiapkan peralatan. Meski begitu, dia tidak jarang mengerjakan tugas lain, bergantung pada situasi. Jika banyak pesanan, pembantu tukang harus ikut mengerjakan produk.
Karena itu, dia perlu memahami dasar pembuatan boks. ’’Minimal tahu cara menggunakan las untuk merakit aluminium,’’ ujarnya. Sugeng menekuni pekerjaan tersebut dengan ikhlas.
Dia tidak mengeluh meski hanya mendapat imbalan yang lebih rendah daripada tukang. Lama-lama, keuletannya membuahkan hasil. Setahun berselang, Seger dipromosikan menjadi tukang.
Waktu berlalu, perusahaan itu berkembang pesat. Jumlah karyawannya terus bertambah. Menjelang akhir 1994, Seger kembali memetik buah kerjanya. Jabatannya dinaikkan menjadi kepala bagian produksi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
