
PERCAYA DIRI: Jefri Setiawan saat proses pemecahan rekor dunia main keyboard dengan mata tertutup di kantor Kemenpora, Kamis (13/4).
Namun, saat Jefri mempersiapkan diri untuk pemecahan rekor dunia tersebut, kendala sempat muncul. Sekitar setahun lalu, tepatnya Mei 2016, bocah berkacamata minus tersebut tiba-tiba diminta berhenti berlatih musik oleh ayahnya. Pasalnya, penghasilan Joko dari usaha isi ulang air minum di rumah tak seberapa. Tak cukup untuk membiayai kursus musik Jefri dan adiknya, Rafi Wardhana, 8.
’’Tapi, Jefri ngeyel. Dia bilang ke saya kalau dia minta waktu delapan bulan untuk mempersembahkan prestasi,’’ ungkap Joko.
Tak ingin mengecewakan sang anak, Joko menyanggupi permintaan anaknya itu. Begitu pula Jefri, dia makin bersemangat berlatih. Baik sendiri di rumah maupun di Sekolah Musik Purwacaraka Semarang. Setiap hari minimal 3 jam dia menyediakan waktu untuk berlatih.
Apalagi, dia mendapatkan ’’senjata baru’’ hasil patungan keluarga besarnya di Kendal. Yakni, keyboard seharga Rp 12,5 juta. Keyboard itu lebih canggih jika dibandingkan dengan keyboard milik Jefri sebelumnya yang jadul. ’’Keyboard yang lama itu harganya cuma Rp 1,5 juta. Keyboard-keyboard-an,’’ ujar Joko, lantas terkekeh.
Dengan keyboard baru itu, Jefri semakin mantap berlatih dan tampil. Bahkan, tahun lalu Jefri sempat unjuk kebolehan di Malaysia. Dia mendapat apresiasi dari para musisi setempat.
Untuk pemecahan rekor Kamis (13/4), semula acara direncanakan berlangsung di London, Inggris, Minggu (16/4). Namun, semua harus berubah lantaran ada masalah administrasi yang tidak bisa diselesaikan pada masa persiapan. Untung, bos RHR David Adamovich, bersedia datang ke Indonesia. Momentum tersebut ditangkap keluarga Jefri yang difasilitasi Kemenpora.
David Adamovich menjelaskan, pemecahan rekor dunia yang dilakukan Jefri cukup sempurna. ’’Meskipun ada beberapa kesalahan notasi, itu tidak berpengaruh (terhadap prestasi tersebut, Red),’’ tegasnya.
Kemampuan Jefri, diakui David, termasuk langka. Menurut dia, pemecahan rekor yang dijalani bocah kelahiran 2 Maret 2006 itu merupakan yang pertama di dunia. ’’Anak itu luar biasa,’’ komentarnya.
Selanjutnya, Jefri mantap untuk mempertajam rekornya tersebut pada pertengahan Mei mendatang di Seoul, Korea Selatan. Menurut Joko, Jefri mendapat tawaran untuk tampil membawakan 70 lagu dengan mata tertutup dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul. Sayang, Joko sudah kehabisan biaya untuk memberikan dukungan kepada Jefri.
Gayung bersambut, curhat Joko mendapat respons Menpora Imam Nahrawi yang berkomitmen mendorong anak bangsa agar bisa maju di pentas dunia. ’’Kami nanti yang mendorong perusahaan BUMN ataupun swasta untuk bisa membantu Jefri,’’ tegas Imam Nahrawi. (*/c5/ari)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
