Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 02.33 WIB

Menengok Persiapan SD Pembangunan Jaya 2 Menuju Lomba UKS Tingkat Nasional

MASIH JELAS TERBACA: Irvinne Diandra Putri (kanan) memperagakan demo tes ketajaman penglihatan dalam praktik virus mata bersama-sama para kader UKS SD pembangunan Jaya pada Jumat (3/2). - Image

MASIH JELAS TERBACA: Irvinne Diandra Putri (kanan) memperagakan demo tes ketajaman penglihatan dalam praktik virus mata bersama-sama para kader UKS SD pembangunan Jaya pada Jumat (3/2).

JawaPos.com – Para kader UKS SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo sudah membuktikan diri menjadi yang terbaik di Jawa Timur. Tiga bulan lagi mereka berlaga di tingkat nasional. Beragam persiapan terus dimatangkan.



SEPTINDA AYU PRAMITASARI



KEBAHAGIAAN yang dirasakan para kader usaha kesehatan sekolah (UKS) SD Pembangunan Jaya 2 masih terasa hangat. Mereka tidak henti-hentinya memandangi piala kemenangan tersebut seakan tidak percaya. Mereka masih ingat betul ketika tim juri dari provinsi maupun nasional menghujani banyak pertanyaan tentang program kesehatan yang telah dilakukan di sekolah.


’’Enggak menyangka bisa juara,’’ kata Alycia Zada, salah seorang kader inti UKS SD Pembangunan Jaya 2, pada Jumat (3/2). Teman-temannya merasakan hal yang sama. Sebab, saat sesi wawancara dengan tim juri, mereka merasa ada beberapa pertanyaan yang sulit.


Tidak ingin membuang waktu, mereka langsung membawa piala kemenangan lomba UKS tingkat Jawa Timur itu ke ruang UKS. ’’Bentar-bentar. Foto dulu,’’ celetuk Dewi Masyithoh, kepala SD Pembangunan Jaya 2. Dengan serempak, para kader UKS pun berpose ria untuk mengabadikan kemenangan tersebut.


Di ruang UKS itu pula, para kader biasa menghabiskan waktunya memberikan pelayanan kesehatan. Mulai pelayanan pengisian kartu menuju sehat (KMS), pemeriksaan mata, hingga merawat para siswa yang sakit. Berbagai fasilitas di UKS cukup lengkap. Selain bed, ada perpustakaan UKS.


’’Ada jadwal sendiri untuk menjaga UKS,’’ ujar Alycia. Ya, para kader UKS tersebut membagi dirinya dalam bentuk pokja (kelompok kerja). Mulai pokja KMS yang bertugas memeriksa tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) siswa, visus mata atau pemeriksaan ketajaman mata, cuci tangan, oralit, mengunjungi perpustakaan UKS, administrasi, sampai toga kering. Seluruh pokja itu berjalan sangat baik di sekolah. Tidak heran, SD Pembangunan Jaya 2 menyabet juara I lomba UKS tingkat Jatim pada akhir Januari lalu dan mewakili Jatim ke tingkat nasional pada Mei mendatang.


Alycia sudah tidak sabar bertarung di tingkat nasional bersama tim kader lainnya. Dia menyadari tugas para kader UKS akan jauh lebih besar. Mereka tidak hanya berkomitmen kuat pada diri sendiri, tetapi juga harus mengajak seluruh siswa hidup sehat. ’’Yang paling berat mengingatkan teman-teman tentang kebersihan,’’ ungkapnya.


Ketua Kader UKS Pradithya Putra Galang Islami menyatakan, banyak kegiatan dan kontribusi UKS di sekolahnya. Yang paling banyak adalah penyuluhan tentang kebersihan dan kesehatan kepada teman-temannya. Termasuk menyisipkan tema UKS dalam setiap pembelajaran serta membuat poster dan artikel. ’’Apa saja yang akan dikerjakan siswa di sekolah, kami pasti meminta tolong guru untuk mengangkat tema tentang UKS. Biar teman-teman lebih mengenal kegiatan UKS,’’ tuturnya.


Para kader UKS juga kerap mengawasi perilaku teman-teman di sekolah. Jika ada teman yang membuang sampah sembarangan atau meninggalkan sampah di meja kantin, kader langsung menegur. ’’Susah-susah gampang kalau memberi pemahaman teman-teman. Kadang kami sering dianggap lebay,’’ ucap Galang, lantas tersenyum.


Meski begitu, dia sadar betul bahwa upaya kader UKS sangat penting. Mulai soal menjaga kebersihan hingga mengonsumsi makanan yang sehat. Bahkan, dia bersama teman-teman kader UKS lainnya kerap memantau kantin sekolah. Tidak jarang, dia mengingatkan penjual makanan atau minuman di kantin lantaran menu yang dijual menggunakan bahan pemanis. ’’Saya dan teman-teman melihat ada bungkus minuman yang jelas-jelas memakai bahan pemanis. Ya sudah, kami tidak segan menegur sampai yang jual pindah,’’ tegasnya.


Ramzy Alfarisi juga pernah menegur penjual di kantin sekolah untuk tidak menjual makanan berbahan pemanis buatan. Saat itu dia tidak digubris. Kalau sudah begitu, jalan satu-satunya adalah melapor kepada guru pendamping UKS. ’’Meskipun pedagang kantin itu lebih tua, kami harus tegas terhadap peraturan,’’ jelasnya.


Sekolah memang menertibkan makanan dan minuman di kantin. Seluruh makanan dan minuman yang dijual harus bebas bahan penyedap, pewarna, pemanis, dan pengawet. Bahkan, bakso dan minuman saset tidak diperbolehkan dijual di kantin. Pengawasan makanan dan minuman dilakukan pokja kantin. ’’Kalau ada temuan, biasanya pokja kantin lapor ke kader UKS. Kami yang bertindak,’’ terangnya. Pengawasan superketat tersebut diterapkan sejak lama.


Program andalan kader UKS yang lain adalah pengisian kartu menuju sehat (KMS). Selama ini KMS hanya digunakan balita. Tetapi, kali ini siswa SD juga harus teratur mengisinya. Pelaksana tugasnya adalah kader UKS. ’’Pengisian KMS biasanya enam bulan sekali,’’ papar Alycia.


Para kader dilatih puskesmas tentang cara pengisian KMS. Dalam pelaksanaannya, kader langsung mengukur tinggi dan berat badan teman-temannya. Begitu juga pemeriksaan visus mata. ’’Ada alatnya. Saya yang bertugas di pokja visus mata,’’ sahut Clairine Cardin Tobing.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore