
MASIH JELAS TERBACA: Irvinne Diandra Putri (kanan) memperagakan demo tes ketajaman penglihatan dalam praktik virus mata bersama-sama para kader UKS SD pembangunan Jaya pada Jumat (3/2).
JawaPos.com – Para kader UKS SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo sudah membuktikan diri menjadi yang terbaik di Jawa Timur. Tiga bulan lagi mereka berlaga di tingkat nasional. Beragam persiapan terus dimatangkan.
SEPTINDA AYU PRAMITASARI
KEBAHAGIAAN yang dirasakan para kader usaha kesehatan sekolah (UKS) SD Pembangunan Jaya 2 masih terasa hangat. Mereka tidak henti-hentinya memandangi piala kemenangan tersebut seakan tidak percaya. Mereka masih ingat betul ketika tim juri dari provinsi maupun nasional menghujani banyak pertanyaan tentang program kesehatan yang telah dilakukan di sekolah.
’’Enggak menyangka bisa juara,’’ kata Alycia Zada, salah seorang kader inti UKS SD Pembangunan Jaya 2, pada Jumat (3/2). Teman-temannya merasakan hal yang sama. Sebab, saat sesi wawancara dengan tim juri, mereka merasa ada beberapa pertanyaan yang sulit.
Tidak ingin membuang waktu, mereka langsung membawa piala kemenangan lomba UKS tingkat Jawa Timur itu ke ruang UKS. ’’Bentar-bentar. Foto dulu,’’ celetuk Dewi Masyithoh, kepala SD Pembangunan Jaya 2. Dengan serempak, para kader UKS pun berpose ria untuk mengabadikan kemenangan tersebut.
Di ruang UKS itu pula, para kader biasa menghabiskan waktunya memberikan pelayanan kesehatan. Mulai pelayanan pengisian kartu menuju sehat (KMS), pemeriksaan mata, hingga merawat para siswa yang sakit. Berbagai fasilitas di UKS cukup lengkap. Selain bed, ada perpustakaan UKS.
’’Ada jadwal sendiri untuk menjaga UKS,’’ ujar Alycia. Ya, para kader UKS tersebut membagi dirinya dalam bentuk pokja (kelompok kerja). Mulai pokja KMS yang bertugas memeriksa tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) siswa, visus mata atau pemeriksaan ketajaman mata, cuci tangan, oralit, mengunjungi perpustakaan UKS, administrasi, sampai toga kering. Seluruh pokja itu berjalan sangat baik di sekolah. Tidak heran, SD Pembangunan Jaya 2 menyabet juara I lomba UKS tingkat Jatim pada akhir Januari lalu dan mewakili Jatim ke tingkat nasional pada Mei mendatang.
Alycia sudah tidak sabar bertarung di tingkat nasional bersama tim kader lainnya. Dia menyadari tugas para kader UKS akan jauh lebih besar. Mereka tidak hanya berkomitmen kuat pada diri sendiri, tetapi juga harus mengajak seluruh siswa hidup sehat. ’’Yang paling berat mengingatkan teman-teman tentang kebersihan,’’ ungkapnya.
Ketua Kader UKS Pradithya Putra Galang Islami menyatakan, banyak kegiatan dan kontribusi UKS di sekolahnya. Yang paling banyak adalah penyuluhan tentang kebersihan dan kesehatan kepada teman-temannya. Termasuk menyisipkan tema UKS dalam setiap pembelajaran serta membuat poster dan artikel. ’’Apa saja yang akan dikerjakan siswa di sekolah, kami pasti meminta tolong guru untuk mengangkat tema tentang UKS. Biar teman-teman lebih mengenal kegiatan UKS,’’ tuturnya.
Para kader UKS juga kerap mengawasi perilaku teman-teman di sekolah. Jika ada teman yang membuang sampah sembarangan atau meninggalkan sampah di meja kantin, kader langsung menegur. ’’Susah-susah gampang kalau memberi pemahaman teman-teman. Kadang kami sering dianggap lebay,’’ ucap Galang, lantas tersenyum.
Meski begitu, dia sadar betul bahwa upaya kader UKS sangat penting. Mulai soal menjaga kebersihan hingga mengonsumsi makanan yang sehat. Bahkan, dia bersama teman-teman kader UKS lainnya kerap memantau kantin sekolah. Tidak jarang, dia mengingatkan penjual makanan atau minuman di kantin lantaran menu yang dijual menggunakan bahan pemanis. ’’Saya dan teman-teman melihat ada bungkus minuman yang jelas-jelas memakai bahan pemanis. Ya sudah, kami tidak segan menegur sampai yang jual pindah,’’ tegasnya.
Ramzy Alfarisi juga pernah menegur penjual di kantin sekolah untuk tidak menjual makanan berbahan pemanis buatan. Saat itu dia tidak digubris. Kalau sudah begitu, jalan satu-satunya adalah melapor kepada guru pendamping UKS. ’’Meskipun pedagang kantin itu lebih tua, kami harus tegas terhadap peraturan,’’ jelasnya.
Sekolah memang menertibkan makanan dan minuman di kantin. Seluruh makanan dan minuman yang dijual harus bebas bahan penyedap, pewarna, pemanis, dan pengawet. Bahkan, bakso dan minuman saset tidak diperbolehkan dijual di kantin. Pengawasan makanan dan minuman dilakukan pokja kantin. ’’Kalau ada temuan, biasanya pokja kantin lapor ke kader UKS. Kami yang bertindak,’’ terangnya. Pengawasan superketat tersebut diterapkan sejak lama.
Program andalan kader UKS yang lain adalah pengisian kartu menuju sehat (KMS). Selama ini KMS hanya digunakan balita. Tetapi, kali ini siswa SD juga harus teratur mengisinya. Pelaksana tugasnya adalah kader UKS. ’’Pengisian KMS biasanya enam bulan sekali,’’ papar Alycia.
Para kader dilatih puskesmas tentang cara pengisian KMS. Dalam pelaksanaannya, kader langsung mengukur tinggi dan berat badan teman-temannya. Begitu juga pemeriksaan visus mata. ’’Ada alatnya. Saya yang bertugas di pokja visus mata,’’ sahut Clairine Cardin Tobing.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
