
TERAPI: Gresindhi (tengah) bersama teman-temannya yang bergabung di Bina Insan Ceria saat tampil di Aula Univeritas Muhammadiyah Gresik beberapa waktu lalu.
Grup angklung Bina Insan Ceria beranggota anak berkebutuhan khusus (ABK). Ada yang autis, down syndrome, hingga tunarungu. Meskipun demikian, penampilan mereka tidak kalah dengan grup musik yang lain.
ARIF ADI WIJAYA, Gresik
SUARA angklung terdengar merdu di aula Gedung Sang Pencerah lantai 8 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Benturan pipa bambu menghasilkan suara yang indah. Nada demi nada saling menyahut.
Seorang instruktur memberikan isyarat kepada 23 anak yang memegang alat musik khas Sunda itu. Kayu panjang diarahkan ke salah satu huruf yang terpampang pada kertas panjang. Tiga anak segera merespons. Angklung di tangan mereka digerakkan.
Itu merupakan grup angklung Bina Insan Ceria UMG. Sepintas, anggota grup terlihat seperti anak-anak pada umumnya. Namun, mereka adalah anak-anak dengan keterbatasan. ”Semuanya berkebutuhan khusus,” kata Ketua Pusat Penanganan ABK (PPABK) UMG Widya Pratiwi.
Grup tersebut terbentuk pada Agustus 2016. Widya menyatakan, pembentukan grup angklung merupakan inisiatif Pusat Kajian dan Pendidikan ABK (PKPABK). Lembaga di bawah naungan UMG tersebut membawahkan PPABK.
Grup angklung yang dinamai Bina Insan Ceria tersebut tidak ujug-ujug berdiri. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Mulai instruktur hingga alat musik. Sebab, melatih ABK tidak sama seperti melatih anak pada umumnya.
Para ABK rata-rata punya gangguan motorik. Baik motorik halus maupun kasar. Padahal, angklung dimainkan dengan cara digerakkan atau digoyangkan. Hal itu menjadi bagian yang cukup sulit ketika melatih para ABK. ”Jadi, harus telaten,” ucap perempuan yang tinggal di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) tersebut.
Dia menjelaskan, angklung tidak bisa asal digerakkan. Ada caranya. Nah, kalau caranya salah, bunyi yang keluar tidak bisa sempurna. Meski sudah berlatih, tidak semua ABK mampu membunyikan angklung dengan sempurna.
Karena itu, satu nada harus dibunyikan minimal dua orang. Jadi, ketika ada nada yang kurang sempurna, bisa ditutupi dengan angklung lain. ”Paling tidak, dua sampai tiga orang yang meng-cover satu nada,” terangnya.
Setelah mampu menggerakkan angklung dengan benar, tantangan lain muncul. Yakni, melatih para ABK berkonsentrasi melihat kode nada yang berupa huruf. Bagi orang normal, hal itu mudah saja, tetapi tidak bagi para ABK.
Widya mencontohkan anak yang hiperaktif. Ketika latihan, para pendamping harus bisa mendisiplinkan ABK yang tidak bisa diam. Sebab, anak yang hiperaktif cenderung sulit berkonsentrasi. Jangankan konsentrasi. Untuk diam saja susah.
Konsentrasi menjadi kunci utama agar nada yang harmonis bisa tercipta. Para ABK harus berfokus kepada instruktur yang memberi arahan. Misalnya, ketika instruktur menunjuk huruf ”G”, anak-anak yang memegang nada ”G” harus menggerakkan angklungnya. Yang lainnya tidak boleh bergerak hingga instruktur menunjuk nada tertentu.
Secara tidak langsung, kekompakan para ABK ikut terlatih. Terutama kerja tim anak-anak. ”Sebagai alat terapi juga,” ujar inisiator grup angklung Bina Insan Ceria yang juga Ketua PKPABK UMG Nur Fauziah
Dia mengungkapkan, grup angklung tidak hanya menjadi wadah berkesenian bagi para ABK. Angklung juga menjadi alat terapi untuk anak dengan gangguan motorik. Sambil bermain, anak-anak bisa menjalani terapi dengan cara yang menyenangkan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
