alexametrics

Syuting Nyaman, Penulis Skenario Ikatan Cinta Dirahasiakan

18 April 2021, 11:24:19 WIB

JawaPos.com – Sinetron stripping atau kejar tayang identik dengan ritme pekerjaan yang terbilang kurang sehat. Pergi pagi, pulang subuh. Kemudian, lanjut syuting lagi. Terus begitu. Namun, hal itu tidak terjadi pada proses produksi Ikatan Cinta.

Selama 25 tahun berkarier di dunia pertelevisian tanah air, sutradara Doddy Djanas menyebut bahwa Ikatan Cinta lah project terbaiknya. Proses syuting dilakukan pada jam sehat. Dimulai pukul 06.00 sampai 21.00. Menyesuaikan dengan peraturan terkait penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ’’Tapi sejak puasa dimundurin jam 07.00 karena pasti anak-anak abis sahur tidur dulu,’’ jelasnya. Belum lagi, penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti rutin melakukan tes swab antigen. Ada pula pengawasan dari satgas Covid-19 selama syuting berlangsung. Dia menyebut hal itu sebagai hikmah di balik pandemi.

Disiplin para kru dan cast juga mendukung terciptanya suasana kerja yang sehat, nyaman, dan tertata. Saat berbincang dengan Jawa Pos, Doddy memang begitu bangganya dengan keprofesionalan kru dan cast. On time memenuhi panggilan syuting. Bakat seni peran mereka yang ciamik juga mempercepat jalannya proses pengambilan gambar. Karena itu, sudah dua bulan terakhir mereka bisa menikmati libur syuting setiap Minggu. ’’Dan memang seteratur itu. Walaupun tekanan tuntutannya tinggi. Ini berkah buat saya,’’ ujar Doddy.

Kekuatan serta kualitas sebuah sinetron tidak terlepas dari peran penulis skenario. Sayang, dia tak bisa mengungkapkan siapa sosok di baliknya. Pihak MNC Pictures memang sengaja merahasiakan hal tersebut, entah apa alasannya. Yang pasti, ungkap Doddy, penulis skenarionya bagus. Selalu memiliki ide-ide cemerlang yang seolah tak pernah habis. Sebelum episode habis, penulis menyiapkan grand design untuk lima episode selanjutnya. Itulah kunci alur cerita Ikatan Cinta masih tetap terstruktur meski sudah lebih dari 240 episode.

’’Karena pakemnya sudah ada. Perubahannya paling kalau ada pemain yang sakit atau kendala yang enggak bisa dihindari. Itu pasti ceritanya diputer dulu,’’ tutur Doddy.

Fakta lain, tidak ada satu adegan pun yang keluar dari skenario. Sebelum dieksekusi di lapangan, skrip dipastikan sudah melewati proses final yang telah disepakati penulis, produser, dan tim kreatif. Ya, memang sepatuh itulah para cast serta kru pada naskah. Bahkan, ada sebagian dialog yang haram untuk ditambah atau dikurangi. Biasanya, diberi tanda cetak tebal (bold) atau menggunakan huruf kapital. ’’Berarti kalimat itu penting. Kalau dialog yang lain boleh diubah sedikit asal tidak mengubah makna,’’ jelasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : shf/c6/oni

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads