
Hari Anti Bullying Sedunia, KPAI Gandeng Pengacara Hotman Paris dan Sejumlah Artis untuk gaungkan
JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memantau bullying masih kerap dialami setiap orang tanpa memandang usia. Bahkan, bully yang terjadi di kalangan anak-anak dan remaja seringkali memprihatinkan.
Komisoner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan bahkan dari beberapa kasus yang diadukan ke KPAI, menunjukkan bahwa anak korban bullying sangat tertekan hingga memutuskan bunuh diri.
"Dampak bullying yang dirasakan anak sebagai korban adalah depresi (murung, engan bergaul, ketakutan), kurang menghargai diri sendiri, memiliki masalah kesehatan akibat psikologis dan prestasi akademik menurun,serta dapat memiliki pikiran untuk bunuh diri. Jadi jangan remehkan bullying," tegas Retno di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta Jumat (4/5).
Semakin memprihatikan, lanjut Retno, karena berdasarkan sebuah studi terdapat hanya 20 persen orang yang ikut campur tangan jika menyaksikan atau mengetahui kasus bully. Artinya, 80 persen orang lainnya abai atau tidak berbuat apa-apa saat menyaksikan atau mengetahui kasus bullying di sekitarnya.
"Bullying berdampak negatif terhadap semua pihak yang terlibat, baik terhadap target (korban bullying), pelaku bullying, saksi (yang menyaksikan kejadian bullying), dan terhadap sekolah jika terjadi di lembaga pendidikan," ujarnya.
Terkait hal itu, KPAI pun memperingati Hari Anti Bullying Sedunia pada 4 Mei 2018, bersama pengacara Sahabat Anak Hotman Paris, KAMI, LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), Komunitas Sudah Dong, para artis pendukung film Stop Bullying yang diproduksi Surya Film, dan perwakilan sekolah.
"Ini untuk pertama kalinya ada kolaborasi bareng berbagai pihak untuk mengkampanyekan 'Anti Bullying'," ujarnya.
Kemudian, dalam menghentikan aksi bullying di Indonesia, Retno melihat korban dan saksi perlu dibantu untuk melindungi dirinya.
"Pertama, rehabilitasi korban bully sangat penting karena akan mengobati luka batinnya sehingga tidak akan memiliki perasaan pembalasan," jelas Retno.
Retno melanjutkan, pelaku bullying sebagian besar pernah menjadi korban bully. Oleh karena itu, pelaku perlu direhabilitasi kejiwaannya agar secara psikologis dapat pulih dari perasaan dendam dan tersakiti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
