Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 September 2017 | 01.09 WIB

Si Tampan Han Chandra, dari Catwalk Jadi Penulis Buku Anak

KAK HAN: Sukses meluncurkan buku Tentang Memaafkan, Han banyak mendapat permintaan untuk membuat buku anak lagi. - Image

KAK HAN: Sukses meluncurkan buku Tentang Memaafkan, Han banyak mendapat permintaan untuk membuat buku anak lagi.

JawaPos.com - Wajah tampannya tak kalah menawan dari oppa-oppa yang sering dijumpai di fashion show, majalah, sampai banner iklan. Sempat berkarir di Hongkong dan Thailand, Han Chandra kembali ke tanah air demi mengejar passion yang lain: kuliah desain. Dia juga baru saja merilis buku anak. Hmm, apa hubungan antara model, desain, dan buku ya?
---


HAN Chandra punya segala modal untuk menjadi model runway maupun foto. Posturnya tinggi dengan wajah oriental dan senyum manis. Pria kelahiran Bandung, 1 Maret 1991, itu sudah malang melintang di berbagai ajang fashion di Asia. Di antaranya, Hongkong, Bangkok, dan Vietnam. Padahal, dia masuk ke dunia modeling secara tidak sengaja.


”Sebenarnya, cita-cita dari kecil jadi pelukis. Passion saya di bidang seni,’’ ucap Han saat dijumpai di Central Park, Jakarta, Kamis sore (24/8). Saat masih tinggal di Bandung, Han yang ketika itu berusia 20 tahun mendaftar kompetisi model karena tergoda hadiah. ”Hadiahnya traveling ke Singapura,” kata sulung di antara dua bersaudara itu, lantas tertawa. Tak disangka, Han menang. Dari situ, kesempatan jadi model profesional terbuka.


Han pernah tampil di Jakarta Fashion Week dan beberapa event mode lainnya. Merasa enjoy di modeling, Han mengirim portofolio ke beberapa agensi luar negeri. Agensi model di Hongkong menawarkan kontrak selama tiga bulan. Setelah itu, berlanjut ke Bangkok. Lalu, dia mendapatkan sejumlah proyek modeling di Jepang dan Vietnam.


Nah, sewaktu di Hongkong, Han mengambil part-time job di perusahaan yang mengisi konten pendidikan anak. Han, yang memang punya skill menggambar, kebagian membuat beberapa sketsa. Dari situ dia mulai terpapar dunia anak-anak. Tak lama kemudian, dia kembali ke Indonesia dan kuliah digital media design di LaSalle College.


Suatu saat, Han mendapat tugas dari dosen untuk membuat cerita anak. ”Kayak nostalgia karena waktu di Hongkong pernah bikin konten untuk anak,” tuturnya. Untuk tugas kuliah itu, Han membuat cerita sekaligus ilustrasi berjudul A Tale of Forgiveness. Kisahnya persahabatan seorang anak laki-laki dan seekor beruang. Di dalamnya terkandung pesan tentang indahnya memaafkan.


Oleh Han, tugas setebal 8 halaman itu dicetak menjadi 10 kopi, lantas dibagikan kepada teman dan saudara yang sudah punya anak. Respons mereka ternyata luar biasa. Banyak yang minta. Han sampai harus mencetak lagi sebanyak 80 kopi. Han pun iseng mengirim sampel cerita tersebut ke penerbit.


”Dua bulan kemudian, dapat feedback dari Erlangga Kids, cerita itu akan diterbitkan. Tapi, dalam bahasa Indonesia,” jelas Han. Karakter dan pesannya sama. Hanya, konflik dan ceritanya harus dikembangkan. Dalam enam bulan, Han mengerjakan cerita dan ilustrasi cerita ciptaannya menjadi buku sepanjang 28 halaman. Judulnya diubah menjadi Tentang Memaafkan.


Ada alasan khusus mengapa Han mengambil topik itu. Maaf adalah kata yang terdengar simpel, tapi seringkali sulit dilakukan. Biasanya karena gengsi atau enggan. ”Padahal, meminta maaf dan memaafkan bisa memudahkan masalah. Buku ini sekaligus jadi refleksi buat diri sendiri,” papar Han.


Bagian paling sulit dari membuat buku itu, menurut dia, adalah bagaimana menyampaikan sebuah cerita untuk bisa dimengerti anak-anak. ”Senangnya waktu anak-anak baca, mereka suka karakter dan ceritanya,” ujarnya dengan ekspresi happy.


Buku Tentang Memaafkan diluncurkan pada 20 Agustus lalu. Puteri Indonesia 2004 yang merupakan ibu dua anak, Artika Sari Devi, turut hadir dan melontarkan pujian buat Han. Han pun ”ditodong” untuk membikin karya selanjutnya. ”Banyak yang request tema bullying, termasuk Kak Artika,” jelasnya.


Selain menulis buku anak, sudah satu setengah tahun ini Han aktif membimbing anak-anak sekolah minggu di gerejanya. Tugasnya mendampingi anak-anak kelas I–III SD menggambar, membikin craft. Pada saat kakak-kakak pembimbing yang lain kerepotan menghadapi anak-anak yang ramai dan aktif, Han justru santai dan ikut bermain dengan mereka.


”Menyenangkan kok, imajinasi dan rasa ingin tahu anak-anak tinggi. Itu jadi inspirasi juga buat saya,” ujar cowok 26 tahun itu. Bikin buku anak sudah. Momong anak-anak juga jago. Sudah siap banget punya anak sendiri nih? ”Hahaha... ini latihannya dulu,” ucap Han yang mengaku masih single, lalu tertawa tak henti-henti. (*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore