
Artis Lucky Hakim yang kini menjabat sebagai Bupati Indramayu di momen perayaan HUT ke-81 RI. (istimewa)
JawaPos.com - Artis yang saat ini menjabat sebagai Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mempertahankan wilayah yang dipimpinnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Ia juga melakukan upaya modernisasi di sektor pertanian, dan kini mulai menunjukkan hasil nyata.
Uji coba Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, mencatat produktivitas rata-rata 10,45 ton gabah per hektare, jauh di atas hasil panen sebelumnya yang berada di kisaran 5–6 ton per hektare.
Capaian tersebut terlihat saat Lucky Hakim menghadiri panen perdana program PM-AAS di Desa Plosokerep pada 26 Agustus 2026. Pengukuran dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu melalui lima titik ubinan. Dari pengukuran itu, produktivitas tertinggi bahkan mencapai 12,35 ton per hektare.
Angka tersebut melampaui target awal program yang dipatok sekitar 8 ton per hektare. Bagi Lucky Hakim, hasil ini menjadi indikasi bahwa peningkatan produksi pangan masih bisa dilakukan meski luas lahan pertanian semakin terbatas.
Lucky Hakim memang sejak awal menempatkan perlindungan sawah sebagai bagian penting dari pembangunan Indramayu. Pemerintah Kabupaten Indramayu menetapkan sekitar 92.888 hektare sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga lahan tersebut dipertahankan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan kawasan industri sekitar 14.110 hektare. Strategi tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi dan investasi tetap berjalan tanpa harus mengorbankan sawah produktif.
“Tujuannya untuk intensifikasi peningkatan tonase, karena hamparan sawah tidak bisa kita tambah, justru yang ada berkurang. Indramayu sudah punya LP2B sekitar 92 ribu hektare yang tidak bisa diutak-atik,” kata Lucky Hakim dalam keterangannya.
Karena perluasan lahan bukan lagi pilihan utama, peningkatan produktivitas menjadi tantangan berikutnya. Dari sinilah PM-AAS diterapkan sebagai salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia.
Uji coba tersebut berlangsung di hamparan sekitar 100 hektare. Program melibatkan sembilan kelompok tani, satu brigade pangan, serta 93 petani. Teknologi pertanian modern digunakan sejak proses budidaya, mulai dari drone pertanian, pompa dan irigasi perpompaan, mekanisasi pertanian hingga penggunaan combine harvester.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
