
Masdddho lebih nyaman berkarya di dunia musik dengan lagu berbahasa Jawa. (istimewa)
JawaPos.com-Di tengah dominasi lirik dalam bahasa Indonesia dan Inggris, sejumlah musisi memilih menciptakan lagu dalam bahasa daerah sebagai medium menyampaikan emosi, cerita, dan identitas. Sejumlah penyanyi memilih menggunakan lagu daerah dalam karyanya dengan berbagai alasan.
Salah satu musisi yang konsisten menggunakan bahasa Jawa dalam lagu-lagunya adalah Masdddho. Pria asal Temanggung ini dikenal dengan gaya bermusik memadukan lirik berbahasa Jawa dan Indonesia, serta aransemen yang mudah dicerna oleh pendengar muda.
Nama Masdddho semakin populer di kalangan penikmat musik berkat lagu Tajin pada 2022, yang kemudian disusul karya-karya lain seperti Lintang Kenangan dan Kisinan.
Masdddho punya alasan tersendiri kenapa lebih suka menggunakan lagu berbahasa Jawa dalam karyanya. Dia ingin menjadikan musik sebagai bagian pelestarian bahasa Jawa di tengah dahsyatnya penetrasi bahasa dan budaya luar.
Selain itu, Masdddho juga senang berkarya dalam bahasa Jawa karena lebih nyaman dan merasa lebih mendapatkan feel-nya saat menulis lirik lagu.
"Kalau memilih bahasa Jawa, karena aku memang Wong Jowo. Nulis sajaknya rasanya lebih enak, lebih ngena. Mungkin karena aku orang Jawa,merasa lebih bisa dapet feel waktu nulis pakai bahasa sendiri," kata Masdddho.
Dia juga mengatakan, bahasa Jawa memiliki banyak tingkatan dan makna, membuatnya lebih leluasa dan lebih fleksibel dalam memilih kata saat menulis lirik lagu.
"Jangan sampai kita kehilangan budaya kita sendiri,” ujar Masdddho.
Dalam berkarya yang penting bagaimana memiliki kebebasan dan merasa nyaman dalam aktualisasi. Masdddho sangat yakin musik tetap ada pendengarnya meski menggunakan bahasa daerah.
Hal itu dibuktikan karya-laryanya tidak hanya didengar oleh orang-orang Jawa, tapi juga mereka dari luar Jawa.
“Orang suka lagu kita bermacam-macam. Kadang suka sama lagunya, karena notasinya enak, aransemen musiknya. Mereka nyanyi saja tanpa taju arti dari liriknya, apalagi yang pakai bahasa Jawa," ujar Masdddho.
"Tapi justru itu serunya. Artinya, musik bisa dinikmati siapa saja, walaupun mereka nggak ngerti bahasanya.” ungkap pemilik jumlah pengikut di TikTok mencapai 1,6 juta.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
