
Ayushita dan Dennis Adhiswara berbincang soal film Cocote Tonggo di kantor JawaPos.com. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com–Film Cocote Tonggo arahan sutradara Bayu Skak saat ini sedang tayang. Film ini cukup diminati para penonton, terbukti sudah ditonton lebih dari 200 ribu penonton selama 11 hari penayangan di bioskop.
Dua orang pemainnya Ayushita dan Dennis Adhiswara meluangkan waktu untuk datang ke kantor JawaPos.com pada hari ini, Senin (26/5). Keduanya menceritakan tentang proses kreatif di balik proses syuting film Cocote Tonggo.
Ayushita bercerita, sempat ada perubahan saat proses syuting. Dia yang sudah mempersiapkan diri dengan dialog adegan, tiba-tiba diubah seketika di lokasi syuting.
Hal lainnya, Ayushita cukup tertantang dengan bahasa Jawa dalam film ini. Meski bahasa Jawa bukan bahasa baru bagi dirinya mengingat keluarga memang berasal dari Jawa, tuntutan bahasa Jawa sesuai dengan karakter cukup menyita energinya.
Selain itu, Ayushita dan Dennis Adhiswara juga mengungkapkan 3 alasan kenapa film bergenre komedi ini harus ditonton oleh orang-orang.
"Pertama, ceritanya menyenangkan. Kedua, relate sama orang banyak. Ketiga, ini tontonan yang ada tuntunannya," kata Ayushita.
Hal senada juga diungkapkan Dennis Adhiswara. Menurut dia, kendati film ini renyah bakal bikin penontonnya terhibur saat menonton, namun ada pesan yang cukup dalam dari film yang dirilis pada 15 Mei 2025.
"Temanya sangat universal. Kalau nonton bakalan ketawa-ketawa mulu, tapi pulang dari bioskop mengarahkan untuk diskusi," tutur aktor berusia 42 tahun itu.
Meski sebagai pemain film Cocote Tonggo, dia sendiri merasakan manfaat dari film yang turut diperkuat Asri Welas, Benedictus Siregar, Firza Valaza, Marwoto Kawer, Yati Pesek, Tatang Gepeng, dan lainnya.
"Itu terjadi sama diribaku. Setelah nonton sama istri, dia bilang kita makan dulu yuk, mau ngobrol. Oke," ujar Dennis Adhiswara.
Film ini menceritakan tentang pasangan suami istri bernama Luki (Dennis Adhiswara) dan Murni (Ayushita). Mereka adalah pasangan penjual jamu kesuburan yang tidak kunjung mendapatkan momongan.
Kehidupan mereka yang tidak punya anak menjadi sorotan tetangga dan menjadi bahan pergunjingan mereka. Hal itu menjadi beban psikologis tersendiri bagi pasangan tersebut.
Namun yang lebih dikhawatirkan mereka, Toko Jamu Jdojo, toko jamu kesuburan milik Bu Tin yang diwariskan ke Murni dikhawatirkan bakal hancur setelah mengalami penurunan pembeli akibat sang empu tidak memiliki anak.
Demi menjaga nama baik toko jamu warisan keluarga, mereka terpaksa membuat keputusan berpura-pura hamil. Pasangan ini secara kebetulan menemukan bayi yang kemudian diakui sebagai anak kandung.
Akan tetapi, Murni dan Luki khawatir rahasia mereka bakal terbongkar. Kebohongan yang mereka lakukan awalnya untuk menjaga kepercayaan para pelanggan dan untuk meredam gosip. Namun di luar dugaan, muncul masalah baru atas tindakan yang mereka lakukan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
