Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 September 2026 | 18.22 WIB

Bahlil Naikkan Target Pasang Listrik Gratis Jadi 500 Ribu Rumah Tangga di 2027

Sidang Anggota DEN ke-2 dan ke-3 Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Kamis (18/6). (dok. DEN) - Image

Sidang Anggota DEN ke-2 dan ke-3 Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Kamis (18/6). (dok. DEN)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menaikan target program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi 500 ribu rumah tangga pada tahun 2027.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan program BPBL anggaran yang dibutuhkan untuk pemasangan sebanyak 250.000 rumah tangga sebesar Rp 593,18 miliar.

“BPBL serta konsultan pengawas untuk 250 ribu rumah tangga sebesar Rp 593,18 miliar. Saya tadi baru habis kasih arahan untuk BPBL-nya dinaikkan, dinaikkan menjadi 400 sampai 500 ribu rumah tangga, ya Pak Dirjen,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (31/8).

Untuk itu, ia mengajak para wakil rakyat untuk membantu mengidentifikasi lokasi-lokasi yang memerlukan bantuan pemasangan listrik baru.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat untuk mendapatkan jaringan listrik.

"Jadi saya mohon karena Bapak-bapak yang paling tahu konstituen Bapak-bapak, ini kan kita mau bikin keadilan sosial, maka kita minta masukan kira-kira daerah-daerah mana yang belum ada listriknya kita pasangin semua agar rakyat punya hak untuk bisa diterangi,"ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Anggaran BPBL masuk pos Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dengan total anggaran yang diusulkan sebesar Rp 10,26 triliun.

Termasuk alokasi untuk program listrik desa sebagai program multitahun 2027-2028 serta konsultan pengawas untuk 1.250 lokasi sebesar Rp 9,67 triliun.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM mengusulkan subsidi listrik pada RAPBN 2027 sebesar Rp 117,84 triliun. Angka tersebut naik sebesar Rp 17 triliun jika dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp 100,83 triliun.

Bahlil mengatakan pengajuan anggaran untuk subsidi listrik didasarkan pada asumsi minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Pricce (ICP) di level USD 75 per barel.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore