Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 18.46 WIB

Dirut Pertamina Berencana Gabungkan 3 Anak Usaha Sektor Hilir, FSPPB Nilai Sebagai Langkah yang Baik

Ilustrasi: Pertamina

JawaPos.com - Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menyatakan berencana menggambungkan tiga anak usaha di sektor hilir. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI.
 
Rencana ini disambut baik oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Langkah ini sejalan dengan perjuangan FSPPB dalam lima tahun terakhir, yakni mendorong Pertamina tetap satu entitas utuh dalam menjalankan bisnis secara holistik dari hulu hingga hilir.
 
FSPPB menilai, model holding–subholding (HSH) tidak efektif dan inefisien. Cara ini malah menambah kompleksitas melalui biaya operasional tinggi, transfer pricing, duplikasi fungsi, serta irisan bisnis. 
 
Terbukti, fragmentasi ini menghambat sinergi dan daya saing. Karena itu, keputusan untuk kembali mengintegrasikan operasional anak-anak usaha menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola dan efisiensi perusahaan.
 
"Penggabungan hilir merupakan langkah awal yang baik, namun perjuangan kami tetap pada reintegrasi total Pertamina sebagai perusahaan negara yang terintegrasi dari hulu ke hilir," ujar Presiden FSPPB Arie Gumilar dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9).
 
 
Meski demikian, FSPPB menilai penggabungan melalui merger bukanlah satu-satunya jalan. Ada opsi yang lebih cepat dan efisien, yaitu dengan mengembalikan struktur organisasi Pertamina ke dalam bentuk direktorat tanpa membentuk entitas baru. 
 
Tiga direktorat dari tiga entitas hilir yang diusulkan adalah Direktorat Pemasaran, mengelola bisnis Pertamina Patra Niaga, Direktorat Kilang dan Petrokimia untuk mengelola bisnis Kilang Pertamina Internasional, dan Direktorat Perkapalan untuk mengelola bisnis Pertamina International Shipping.
 
Selanjutnya setelah 3 Direktorat di atas terbentuk maka langkah berikutnya yaitu dengan memasukkan Direktorat Hulu, Direktorat New & Renewable Energy (NRE), serta SKK Migas kembali kedalam struktur Pertamina. Menyusul terakhir pembentukan Direktorat Gas dengan catatan permasalahan kepemilikan saham swasta di SH Gas (yaitu di PGN) bisa di-buyback terlebih dahulu.
 
Dengan pendekatan tersebut, proses integrasi dapat berlangsung lebih sederhana, transparan, serta langsung menyelaraskan rantai bisnis hilir Pertamina.
 
FSPPB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan proses integrasi agar berjalan dengan baik, menjamin hak-hak normatif pekerja. Sekaligus memastikan setiap kebijakan strategis benar-benar ditujukan untuk memperkuat Pertamina sebagai perusahaan energi nasional.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore