Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 00.20 WIB

PLTGU Jawa-1 Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara, Pertamina: Mampu Tekan Emisi Karbon 3,3 Juta Ton per Tahun

Suasana PLTGU Jawa-1. (Tim Komunikasi Pertamina ) - Image

Suasana PLTGU Jawa-1. (Tim Komunikasi Pertamina )

JawaPos.com – Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap atau PLTGU Jawa-1 diyakini mampu menjadi salah satu tumpuan kemandirian energi Indonesia ke depan.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, PLTGU Jawa-1 merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dari sisi kapasitas.

Pembangkit listrik ini dikelola oleh PT Jawa Satu Power, perusahaan konsorsium subholding Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Marubeni dan Sojitz.

’’PLTGU Jawa-1 berkapasitas 1.760 MW dan terbesar di Asia Tenggara, dilengkapi teknologi canggih yang memiliki nilai tambah pada aspek operasional, finansial, dan lingkungan untuk mendukung ketahanan energi khususnya di area Jawa-Bali,’’ ujar Fadjar di Jakarta, Selasa (28/1).

Dia menjelaskan, PLTGU itu dilengkapi fasilitas penyimpanan sekaligus regasifikasi LNG yang berada di atas sebuah kapal terapung atau disebut juga Floating Storage Regasification Unit (FSRU).

PLTGU Jawa-1 juga menggunakan teknologi single-shaft combined cycle gas turbine (CCGT), generasi terbaru yang membantunya beroperasi lebih efisien dan menghemat biaya produksi listrik.

’’Teknologi yang digunakan memiliki fitur peningkatan daya yang lebih cepat, berperan penting dalam mendukung jaringan listrik yang berlokasi di Cilamaya, Karawang sebagai penstabil frekuensi yang andal. memastikan pasokan listrik yang stabil saat adanya fluktuasi daya pada jaringan,’’ lanjut Fadjar.

Menurut dia, hal itu juga berdampak langsung terhadap kebermanfaatan masyarakat. Khususnya dalam mengurangi potensi rugi hilang listrik pada saluran transmisi, dalam proses pengiriman listrik untuk wilayah industri dan masyarakat.

Terlebih, lokasi pembangkit tersebut tergolong strategis, yaitu di pusat beban listrik area Jawa-Bali.

Selain itu, pembangkit itu juga memiliki teknologi black start capability yang memungkinkan untuk melakukan self-start up. Sehingga masa tunggu untuk proses sinkronisasi pada saat pemulihan apabila terjadi pemadaman listrik  akan lebih cepat.

’’Sejalan dengan upaya penurunan emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan, PLTGU Jawa-1 diproyeksikan akan menekan emisi karbon sebesar 3,3 juta ton setara CO2 per tahun,’’ tutur Fadjar.

Beroperasinya PLTGU Jawa-1 menjadi titik pencapaian penting, sekaligus menambah portofolio pemanfaatan energi bersih dalam bisnis Pertamina.

Fadjar menambahkan, gas alam berperan sangat strategis dalam periode transisi energi dan mendukung ketahanan energi nasional.

’’PLTGU Jawa-1 juga menjadi salah satu milestone penting yang tercipta atas sinergi BUMN maupun dengan mitra internasional, yang memiliki komitmen tinggi untuk bersama-sama mewujudkan transisi menuju energi bersih di Indonesia,’’ jelasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore