
Didit Hartono, 45, menukarkan minyak jelantah di UCOllect Box Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/10). (Dimas Choirul/Jawapos.com)
"Dulu kan limbahnya dibuang, kalau sekarang dimanfaatin".
Kalimat itu terlontar pelan dari bibir seorang pria sambil menenteng jeriken berisi minyak jelantah. Seolah menjadi simbol kesadaran baru, minyak jelantah yang dulu dibuang begitu saja, kini menemukan tempat barunya. Bukan lagi mencemari tanah dan air, melainkan disulap menjadi bahan bakar ramah lingkungan yang menggerakkan roda energi masa depan.
---
Gerimis tipis membasahi pelataran Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/10) pagi itu. Langit mendung menggantung, suasana di sudut halaman rumah sakit terasa hidup.
Di bawah tenda kecil berwarna hijau, terdapat mesin menyerupai lemari logam dengan layar digital bernama UCOllect Box— sebuah tempat penampungan minyak jelantah hasil kerja sama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Noovoleum. Di sinilah warga kerap berdatangan membawa sisa minyak goreng bekas pakai tersebut untuk ditukar menjadi pundi-pundi rupiah.
Tepat di depan mesin itu, seorang pria berkaus putih berdiri membawa sebuah jeriken di tangan kanannya. Pria itu adalah Didit Hartono, 45, warga sekitar RSPP, yang biasa menukar minyak jelantah di lokasi penukaran tersebut. "Saya sudah sering ke sini," akunya kepada Jawapos.com.
Pada layar sentuh mesin, tulisan “Deposit Minyak Jelantah” menyala, tanda proses penimbangan minyak jelantah dimulai. Dengan tatapan penuh fokus, Didit lalu menuang cairan kuning kecokelatan itu dari dalam jerikennya itu ke dalam lubang kecil di mesin.
Setelah minyak dituangkan, sensor menghitung jumlah dan mengonversinya langsung ke saldo digital yang masuk melalui aplikasi di ponsel. "Alhamdulillah hari ini dapat Rp 30.000 (hasil konversi 5 Liter dikali Rp 6.000)," ucapnya saat menerima pariwara dari aplikasi UCOllect.
Didit Hartono, 45, bersiap menuangkan minyak jelantah di lubang mesin UCOllect Box Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/10). (Dimas Choirul/Jawapos.com)
Didit bercerita, sebelum mengenal program ini, ia seringkali hanya menunggu pengepul datang mengambil minyak bekas. Kadang butuh waktu lama, kadang malah tidak datang sama sekali. Kini, semua lebih mudah. Ia juga tahu betul ke mana minyak bekas itu akan berakhir.
"Setahu saya sih dimanfaatin untuk bahan bakar pesawat," katanya,
Lebih dari sekadar uang, baginya kebiasaan ini sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada lingkungan. Didit juga memahami bahaya minyak jelantah bila digunakan berulang kali untuk menggoreng.
"Sebetulnya kita tuh lebih takut kalau limbah ini dipakai untuk kepentingan makanan lagi ya. Karena itu lebih berbahaya, dampaknya tuh buat kesehatan juga enggak bagus gitu, tegasnya.
Didit menilai sosialisasi program dari Pertamina Patra Niaga sudah cukup baik. Ia sering melihat warga di sekitar rumahnya mulai ikut mengumpulkan minyak bekas, meski masih ada kendala jarak. “Kalau bisa mesinnya diperbanyak, Enggak semua SPBU ada. Kalau tiap SPBU ada, lebih gampang buat warga lainnya," ujarnya.
Sementara itu, staf HSE (Health, Safety, and Environment) RSPP, Egen Rohidup menjelaskan bahwa mesin UCOllect Box ini mulai hadir di RSPP circa akhir 2024. Program ini dinilai menjadi bagian dari upaya menciptakan ekonomi sirkular — di mana limbah yang tadinya terbuang kini diolah menjadi sumber energi terbarukan.
Bagi warga yang hendak menukar minyak jelantah, prosesnya pun sangat sederhana. Egen menjelaskan, warga cukup mengunduh aplikasi UCOllect, membuat akun, lalu memindai kode Quick Response (QR) pada layar mesin.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
