
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Vivo, Cideng Timur, Jakarta Pusat pada Senin malam (5/9).
JawaPos.com - Kolaborasi pemenuhan BBM antara PT. Pertamina Patra Niaga (PPN) dengan salah satu penyedia BBM swasta, PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) membuahkan hasil. Vivo akhirnya sepakat untuk melakukan proses B2B (Business to Business) dengan Pertamina.
Dari kuota 100 ribu barel (MB) kargo impor yang ditawarkan, Vivo menyerap 40 MB, atau sekitar 40 persen dari penawaran, untuk melayani konsumen setianya. Adapun langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Dengan niat yang tulus, transparansi dan selaras dengan Good Corporate Governance, Pertamina dan Vivo terus berkomitmen memastikan ketersediaan BBM dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Kami menyambut baik semangat kolaborasi yang terjalin dengan Vivo. Kebijakan ini bukan sekadar soal impor BBM, melainkan tentang bagaimana semua pihak bekerja sama memastikan energi tersedia dan masyarakat dapat terlayani dengan sangat baik," kata Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam keterangannya, Jumat (26/9).
Lebih lanjut, Roberth menjelaskan bahwa mekanisme penyediaan pasokan kepada Vivo ini telah mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku. "Harapan kami, dengan niat baik ini Vivo dapat berkolaborasi, dengan tetap menghormati aturan dan aspek kepatuhan yang berlaku di BUMN," jelas Roberth.
Selanjutnya, proses ini akan dilanjutkan dengan uji kualitas dan kuantitas produk BBM. Pada tahap ini, kedua belah pihak akan menggunakan surveyor seperti yang telah disepakati sebelumnya.
Menurut Roberth, kolaborasi dengan badan usaha swasta ini menjadi bukti bahwa menjaga kedaulatan energi merupakan kerja bersama antar stakeholder. Dengan langkah gotong royong, layanan energi diharapkan semakin merata, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, empat penyedia BBM swasta lainnya masih terus berkoordinasi untuk kantor pusat untuk memutuskan langkah apa yang akan diambil setelah menyetujui impor BBM murni atau base fuel dari Pertamina.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
