Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Januari 2025, 01.25 WIB

Tesla Selesaikan Pembangunan Pabrik Besar Kedua di Shanghai, Kapasitas Produksi Baterainya 10.000 Unit Megapack setara 40 GWh

(240924) -- BRUSSELS, Sept. 24, 2024 (Xinhua) -- An aerial drone photo taken on Sept. 26, 2023 shows the Tesla Gigafactory in Lingang new area of the China (Shanghai) Pilot Free Trade Zone in east China - Image

(240924) -- BRUSSELS, Sept. 24, 2024 (Xinhua) -- An aerial drone photo taken on Sept. 26, 2023 shows the Tesla Gigafactory in Lingang new area of the China (Shanghai) Pilot Free Trade Zone in east China

JawaPos.com - Tesla telah melakukan uji coba produksi baterai penyimpanan energi Megapack di pabrik besar Shanghai yang baru. Produksi ini diharapkan akan dimulai pada kuartal pertama 2025, kurang dari setahun sejak pembangunan dimulai.
 
Seperti dilansir dari Car News China, Rabu (1/1), Megafactory baru tersebut berlokasi di dekat pabrik raksasa Tesla yang ada di daerah Lingang. Hal ini sekaligus menandai pabrik penyimpanan energi pertama Tesla di luar Amerika Serikat. 
 
Upacara peletakan batu pertama pun telah dilakukan pada 23 Mei. Pembangunannya hanya membutuhkan waktu selama 7 bulan yang membuat rekor kecepatan pembangunan pabrik Tesla di Tiongkok.
 
Sebelumnya, pabrik pertama Tesla di Shanghai butuh waktu satu tahun untuk dibangun pada 2019. Adapun produk penyimpanan energi stasioner Tesla meliputi Powerwall, Powerpack, dan Megapack.
 
Pabrik Tesla kedua di Tiongkok ini akan memproduksi Megapack, terutama untuk pasar domestik dan ekspor. Pada targetnya, pabrik ini dirancang untuk memproduksi 10.000 unit Megapack per tahun, setara dengan sekitar 40 GWh kapasitas penyimpanan energi.
 
Menurut Tesla, setiap Megapack dapat menyimpan lebih dari 3 MWh energi, yang cukup untuk memberi daya pada sekitar 3.600 rumah selama satu jam. Megapack ini pun akan menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP).
 
Selain itu, Tesla telah menandatangani pesanan Megapack pertamanya dengan Shanghai Lingang Economic Development Group. Menurut otoritas setempat, megafactory seluas 200.000 meter ini merupakan investasi yang bernilai sekitar Rp 1,45 miliar yuan (Rp 3,2 triliun).
 
Pemasok utama sel baterai Megapack Tesla Tiongkok adalah CATL, tetapi perusahaan tersebut telah mendiversifikasi rantai pasokannya. Ditambah, perusahaan ini pada bulan Juni telah bermitra dengan FinDreams, unit manufaktur baterai BYD, untuk memasok sel baterai bagi Megapack mulai kuartal pertama 2025.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore