Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Oktober 2019 | 00.00 WIB

Kebocoran Minyak ONWJ hingga Karhutla Ganggu Lifting Migas

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Hingga kuartal-III 2019, lifting minyak dan gas (migas) mencapai 1,8 juta barrels of oil equivalent per day (BOEPD). Capaian tersebut setara dengan 89 persen dari target yang telah ditetapkan dalam APBN sebesar 2 juta BOEPD.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Sutjipto mengatakan 1,8 juta BOEPD itu terdiri dari lifting minyak sebanyak 745 ribu barel per hari BOPD dan gas sebesar 1,05 juta BOEPD.

"Setidaknya ada tiga faktor kenapa di kuartal-III masih di bawah target. Tahun 2019 ada banyak gangguan yang dialami," kata Dwi Sutjipto kepada awak media di Kantor SKK Migas, Jakarta Selatan, Kamis (24/10).

Pertama terkait harga jual gas yang sangat rendah. Kondisi tersebut merugikan Indonesia sehingga harus mengurangi dan menunda produksi gas di tiga lokasi LNG, mulai dari Bontang, Tangguh, dan Donggi Senoro.

"Harga gas dunia sedang rendah. Kita dihadapkan pada dua pilihan menjual atau simpan menunggu membaik. Diputuskan produksi dikurangi," kata Dwi.

Kedua adalah gangguan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera. Menurut Dwi, produksi migas Rokan dihentikan selama kurang lebih satu bulan dengan alasan keselamatan.

"Kemudian ada kejadian di Offshore North West Java (ONWJ). Sehingga semula diprediksi akan bertambah menjadi tidak terjadi. Banyak yang terjadi tahun ini," ujar mantan Dirut PT Pertamina (Persero) ini.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore