Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2020 | 18.08 WIB

Bukan Auto Tajir, Lebih Banyak Aset Bisa Diraih dengan Perencanaan

Ilustrasi pengelolaan aset dengan menerapkan perencanaan keuangan yang baik. Pixabay - Image

Ilustrasi pengelolaan aset dengan menerapkan perencanaan keuangan yang baik. Pixabay

JawaPos.com - Founder and Chief Planner ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie mengatakan, seseorang yang menerapkan perencanaan keuangan dalam kehidupannya mampu mendapatkan 60 persen aset lebih banyak dibandingkan yang tidak melakukan perencanaan keuangan.

Prita menjelaskan, perencanaan keuangan yang baik memuat prioritas yang sesuai dengan tahapan kehidupan manusia. Hal itu dimulai dari kesiapan dana darurat, pernikahan, rumah tinggal, pendidikan anak, pensiun dan dana impian.

"Kalau punya rencana keuangan, bukan auto tajir. Tetapi, kita bisa miliki 60 persen aset yang lebih besar," ujarnya dalam acara FestiFund 2020, Sabtu (26/9).

Meskipun demikian, lanjutnya, upaya dalam mendapatkan dana pemenuhan kebutuhan hidup tersebut, seharusnya dilakukan dengan usaha yang optimal dan berdoa untuk mendapatkan keberkahan yang bisa menghindari perilaku gelap mata. Sebab, perencana keuangan sendiri merupakan bagian dari ikhtiar.

Prita merincikan, terdapat empat cara untuk mendapatkan penghasilan, yakni bekerja sebagai karyawan perusahaan, memiliki usaha, bekerja mandiri dan investor. Pilihan yang bagus bagi setiap karyawan untuk mendapatkan dana sampingan adalah sebagai investor. “sehingga terhindar dari perilaku korupsi waktu," imbuhnya.

Prita menambahkan, untuk mencapai tujuan hidup dalam mencapai kebebasan finansial harus melewati tujuh tahapan, yakni perencanaan keuangan, menghapus utang konsumtif, menyiapkan dana darurat, berinvestasi, membangun aset aktif, menerima penghasilan pasif dan tetap sejahtera.

Selain itu, tersapat delapan ciri pengelolaan keuangan yang sehat, yaitu memiliki dana darurat, mampu mengelola utang, bisa mengendalikan gaya hidup, mengetahui portofolio keuangan pribadi, mempunyai rumah tinggal, dana pendidikan, dana hari tua dan mempunyai proteksi keuangan.

Keuangan yang sehat juga bisa diukur melalui penetapan rasio likuiditas, agar bisa mengukur dan mengetahui jumlah aset likuid. Sedangkan rasio berutang seharusnya 30 persen dari penghasilan dan rasio menabung sebesar 10 persen dari penghasilan. Tetapi, kalau sudah berumur di atas 20 tahun harus sebesar 20-30 persen dari penghasilan.

Dengan demikian, keputusan berinvestasi harus dimulai sejak dini agar terhindar dari kemiskinan. "Kita harus berinvestasi untuk memutus mata rantai kemiskinan. Bisa di reksa dana syariah yang tidak ada praktik haramnya," tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=q6usnjR_m1k&t

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore