
Ilustrasi pengelolaan aset dengan menerapkan perencanaan keuangan yang baik. Pixabay
JawaPos.com - Founder and Chief Planner ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie mengatakan, seseorang yang menerapkan perencanaan keuangan dalam kehidupannya mampu mendapatkan 60 persen aset lebih banyak dibandingkan yang tidak melakukan perencanaan keuangan.
Prita menjelaskan, perencanaan keuangan yang baik memuat prioritas yang sesuai dengan tahapan kehidupan manusia. Hal itu dimulai dari kesiapan dana darurat, pernikahan, rumah tinggal, pendidikan anak, pensiun dan dana impian.
"Kalau punya rencana keuangan, bukan auto tajir. Tetapi, kita bisa miliki 60 persen aset yang lebih besar," ujarnya dalam acara FestiFund 2020, Sabtu (26/9).
Meskipun demikian, lanjutnya, upaya dalam mendapatkan dana pemenuhan kebutuhan hidup tersebut, seharusnya dilakukan dengan usaha yang optimal dan berdoa untuk mendapatkan keberkahan yang bisa menghindari perilaku gelap mata. Sebab, perencana keuangan sendiri merupakan bagian dari ikhtiar.
Prita merincikan, terdapat empat cara untuk mendapatkan penghasilan, yakni bekerja sebagai karyawan perusahaan, memiliki usaha, bekerja mandiri dan investor. Pilihan yang bagus bagi setiap karyawan untuk mendapatkan dana sampingan adalah sebagai investor. “sehingga terhindar dari perilaku korupsi waktu," imbuhnya.
Prita menambahkan, untuk mencapai tujuan hidup dalam mencapai kebebasan finansial harus melewati tujuh tahapan, yakni perencanaan keuangan, menghapus utang konsumtif, menyiapkan dana darurat, berinvestasi, membangun aset aktif, menerima penghasilan pasif dan tetap sejahtera.
Selain itu, tersapat delapan ciri pengelolaan keuangan yang sehat, yaitu memiliki dana darurat, mampu mengelola utang, bisa mengendalikan gaya hidup, mengetahui portofolio keuangan pribadi, mempunyai rumah tinggal, dana pendidikan, dana hari tua dan mempunyai proteksi keuangan.
Keuangan yang sehat juga bisa diukur melalui penetapan rasio likuiditas, agar bisa mengukur dan mengetahui jumlah aset likuid. Sedangkan rasio berutang seharusnya 30 persen dari penghasilan dan rasio menabung sebesar 10 persen dari penghasilan. Tetapi, kalau sudah berumur di atas 20 tahun harus sebesar 20-30 persen dari penghasilan.
Dengan demikian, keputusan berinvestasi harus dimulai sejak dini agar terhindar dari kemiskinan. "Kita harus berinvestasi untuk memutus mata rantai kemiskinan. Bisa di reksa dana syariah yang tidak ada praktik haramnya," tutupnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=q6usnjR_m1k&t

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
