Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2020 | 02.58 WIB

Dari Penyesuaian Harga Gas, Petrokimia Gresik Hemat Rp 743,97 Miliar

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi Menandatangani LOA dengan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). (Petrokimia for Jawa Pos) - Image

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi Menandatangani LOA dengan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). (Petrokimia for Jawa Pos)

JawaPos.com - Implementasi penyesuaian harga gas bumi direspons Petrokimia Gresik dengan menandatangani Letter of Agreement (LoA) dengan penyedia gas alam. Penandatanganan itu dilakukan rutin sejak Mei sampai Juli 2020. Yang terbaru, Petrokimia bersepakat dengan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Penandatanganan itu dilakukan hari ini, Kamis (30/7), secara virtual yang disaksikan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto di Jakarta. Sebelum ini, Petrokimia Gresik juga menandatangani LoA dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya, yaitu Kangean Energy Indonesia (KEI) dan Pertamina Hulu Energi-West Madura Offshore (PHE WMO).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengatakan, kebijakan penyesuaian harga gas dari Kementerian ESDM disebutnya bisa meningkatkan daya saing industri nasional. Termasuk, industri pupuk. Alasannya, gas alam merupakan bahan baku penting untuk memproduksi pupuk bersubsidi jenis Urea, NPK, dan ZA.

"Bahkan komponen biaya gas memiliki porsi hingga 70 persen dalam struktur biaya produksi pupuk Urea. Penyesuaian harga gas ini bisa mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad dalam siaran persnya.

Seperti diketahui, penyesuaian harga gas bumi diatur untuk tujuh sektor, salah satunya industri pupuk. Dalam aturan itu, harga pada titik serah pengguna (plant gate) ditetapkan pada kisaran harga USD 6 per MMBTU (Million British Thermal Units).

“Dengan penyesuaian harga gas terbaru ini, kami memproyeksikan Petrokimia Gresik dapat menghemat biaya sebesar Rp 743,97 miliar,” ujar Rahmad.

Penyesuaian harga gas, lanjut Rahmad, juga berdampak positif dalam mengefisienkan dana subsidi yang dibayar oleh pemerintah melalui APBN. Melalui efisiensi tersebut, pemerintah memiliki opsi untuk menambah kuantum produksi pupuk bersubsidi bagi petani. Efisiensi tersebut juga dapat digunakan untuk peningkatan kualitas produk dan pelayanan dari Petrokimia Gresik.

“Sehingga pada akhirnya kebijakan penyesuaian harga gas ini akan dirasakah oleh petani di seluruh nusantara,” ujar Rahmad.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyesuaian harga gas membantu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menghadapi persaingan global. Efisiensi ini sejalan dengan program transformasi bisnis yang dijalankan Petrokimia Gresik sejak 2019 melalui perbaikan dan peningkatkan efisiensi value chain.

"Apabila value chain mencapai tahapan paling efektif dan efisien, tentu harga pokok penjualan produk Petrokimia Gresik dapat lebih kompetitif, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global," ujarnya.

Rahmad juga menyampaikan bahwa tahun ini Petrokimia Gresik akan bertransformasi dari Single Industry Firm menjadi Related Diversified Industry dengan meneruskan hilirisasi produk.

"Untuk itu, kita juga akan mengkaji produk hilir berbasis gas alam yang mempunyai nilai tambah yang besar," imbuh Rahmad.

Salah satunya adalah Soda Ash, yang akan memanfaatkan gas CO2 hasil samping dari Pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton. Melalui program hilirisasi ini diharapkan Petrokimia Gresik akan semakin mampu meningkatkan profitabilitas sebagai bagian dari perusahaan milik negara.

Pada 2020, Petrokimia Gresik mendapat amanah atas alokasi penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 4,7 juta ton atau 59 persen dari total alokasi nasional sebanyak 7,9 juta ton yang menjadi tanggung jawab holding company PT Pupuk Indonesia (Persero). Selain itu, Petrokimia Gresik juga menyediakan pupuk nonsubsidi untuk mengantispasi lonjakan permintaan petani, terutama saat musim tanam.

Terakhir, Rahmad menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu pilar pengaman bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi wabah Covid-19. Produksi pertanian harus tetap berjalan bahkan semakin digenjot untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan yang sehat, guna menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

“Oleh karena itu, sarana produksi pertanian, termasuk pupuk, harus selalu terjamin ketersediaannya, baik secara kuantitas maupun kualitas,” tutup Rahmad.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=G-lzpH9boiU

https://www.youtube.com/watch?v=7KTKEkG8NII

https://www.youtube.com/watch?v=kXaoGPwYV80

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore