Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 April 2021 | 02.58 WIB

Pedagang Pasar Tolak Produk Impor Komoditas Pangan

Petani tebu di Kabupaten Malang gigit jari. Pasalnya gula kristal putih impor mulai membanjiri pasaran dan membuat gula petani tidak laku. - Image

Petani tebu di Kabupaten Malang gigit jari. Pasalnya gula kristal putih impor mulai membanjiri pasaran dan membuat gula petani tidak laku.

JawaPos.com - Suara tolak impor sejumlah komoditas terus menyeruak. Kali ini disampaikan oleh Komite Pedagang Pasar (KPP). Tidak hanya beras, mereka juga menolak impor komoditas lainnya.

Ketua Umum KPP Abdul Rosyid mengatakan, pihaknya menolak impor komoditas seperti beras, gula, daging sapi, garam, dan sejenisnya. Penolakan itu berangkat dari rencana pemerintah yang tengah ramai, yakni akan mengimpor beras.

"Hari ini gula kristal putih (GKP) yang diimpor dari BUMN Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) didatangkan secara bertahap di sejumlah pelabuhan," kata Abdul Rosyid, Rabu (31/3).

Dia merinci, impor gula kristal putih di antaranya sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta sekitar 6 ribu ton pada Minggu (28/3) lalu. Lantas pengiriman berikutnya melalui pelabuhan Belawan di Medan sekitar 15 ribu ton. Kemudian disusul di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar 30 ribu ton dan di Pelabuhan Tanjung Priok akan datang lagi sekitar 24 ribu ton.

"Untuk impor gula itu, tentu menuai pro dan kontra di tengah masyarakat," jelasnya.

Dia menegaskan KPP tetap tegas menolak adanya produk impor seperti beras, gula, garam, dan daging sapi. Mereka mengajak para pedagang tidak membeli komoditas impor tersebut di pasaran. Sebaliknya mengutamakan membeli dari produk dalam negeri.

Menurut Rosyid alasan pemerintah mengimpor komoditas tersebut untuk mengisi stok cadangan dalam negeri. Namun, upaya itu dapat menyengsarakan masyarakat, khususnya para petani, peternak, dan pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Lockdown India Hambat Masuknya 28.200 Ton Gula Impor

Dalam kesempatan yang sama Aidil Fitri selaku Ketua Umum relawan Foreder Jokowi juga menyampaikan penolakan terhadap kebijakan pemerintah mengimpor beras itu. Dia mengajak relawan Jokowi lainnya untuk konsisten menolak kebijakan impor komoditas tersebut.

Dia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih mendorong peningkatan penghasilan petani, pedagang, dan pelaku UMKM lokal.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo berupaya meredam perdebatan impor beras sebanyak satu juta ton. Sebab isu impor beras itu dinilai membuat harga gabah di petani turun. Padahal saat ini banyak petani sedang menjalani panen raya. Joko Widodo menegaskan tidak ada impor beras sampai Juni depan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=DA5Ib4Cwe8o

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore