Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juli 2021 | 06.08 WIB

Mendag Prediksi Ekonomi Digital Sentuh USD 323 Miliar pada 2030

Gudang E Commerce. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Gudang E Commerce. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com – Pemerintah berupaya mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Filipina dalam bidang perdagangan digital. Peluang ekonomi digital harus dimanfaatkan melalui perdagangan adil sehingga dapat memberikan keuntungan bagi berbagai pihak. Khususnya pada masa pandemi Covid-19.

"Ekonomi digital merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, setiap negara harus mampu memanfaatkan peluang ini," ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi Senin (26/7).

Lutfi menyampaikan bahwa pendapatan domestik bruto Indonesia diprediksi meningkat tiga kali lipat pada akhir 2030. Dari USD 1,1 triliun menjadi USD 2,8 triliun. Selain itu, pandemi Covid-19 dinilai akan membawa keuntungan bagi dunia perdagangan digital.

"Ekonomi digital akan tumbuh secara signifikan, dari sekitar USD 40 miliar menjadi USD 323 miliar," tambahnya.

Ketua Indonesian Diaspora Network (IDN) Chapter Manila Lusie Susantono menambahkan bahwa pandemi telah memberikan pengaruh besar pertumbuhan digital di semua lini kehidupan. "Saat ini menjadi hal yang biasa untuk berbelanja secara daring, bertransaksi secara digital, atau melakukan kegiatan secara virtual," tuturnya.

Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Ramon Lopez mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu mitra dagang potensial bagi Filipina. Kerja sama kedua negara dalam bidang ekonomi digital harus ditingkatkan, khususnya dalam meningkatkan fasilitasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Sehingga, dapat menciptakan masa depan bersama yang lebih baik bagi masyarakat kedua negara," bebernya.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila melalui kantor Atase Perdagangan telah melakukan beberapa terobosan. Di antaranya, pembuatan situs web katalog dan promosi produk Indonesia dengan nama Indonesianprodukto.ph serta promosi digital di media sosial.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Bima Laga menyebutkan bahwa preferensi masyarakat di berbagai negara untuk belanja secara daring kini semakin tinggi. Di pasar domestik sendiri, meski kondisi sedang PPKM darurat, transaksi barang melalui kanal digital masih relatif stabil.

"Masih ada beberapa bulan untuk mencetak pertumbuhan transaksi e-commerce yang lebih tinggi tahun ini," ujarnya.

Merujuk data Bank Indonesia (BI), transaksi e-commerce tumbuh sebesar 63,4 persen menjadi Rp 186,7 triliun pada semester I 2021. BI memperkirakan transaksi e-commerce meningkat 48,4 persen sepanjang tahun 2021 menjadi Rp 395 triliun.

TREN PERDAGANGAN INDONESIA-FILIPINA

Tahun | Nilai (USD Miliar) Ekspor | Nilai (USD Miliar) Impor

2021* | 3,15 | 0,51

2020 | 5,9 | 0,59

Komoditas Ekspor Utama

• Kendaraan bermotor

• Batu bara

• Kopi instan

• Minyak kelapa sawit

Komoditas Impor Utama Indonesia dari Filipina

• Tembaga

• Polimer

• Aksesori kendaraan bermotor

• Mesin cetak

Ket *: Data Januari-Mei 2021

Sumber: Kementerian Perdagangan

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore