
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurachman. (Istimewa).
JawaPos.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat dukungan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional melalui percepatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan serta Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga pihak Program Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Batch VI secara simbolis, sekaligus kerja sama Program Pengembangan SDM Perkebunan.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurachman, mengatakan Program PSR merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, serta menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.
Program dilaksanakan melalui penggantian tanaman yang sudah tidak produktif dengan benih unggul serta penerapan praktik budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP). BPDP berperan dalam pengelolaan dan penyaluran dukungan pendanaan PSR kepada kelembagaan pekebun sesuai ketentuan, dengan melibatkan pemerintah daerah, perbankan mitra, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sejak dilaksanakan pada 2016 hingga 19 Agustus 2026, Program PSR secara kumulatif telah menjangkau 187.782 pekebun dengan total luas lahan mencapai 428.745 hektare dan dana yang telah disalurkan sebesar Rp12,86 triliun.
Memasuki 2026, BPDP terus mempercepat pelaksanaan PSR dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, akuntabilitas, tata kelola, dan kualitas pelaksanaan. Realisasi tahun 2026 telah mencapai 133 proposal dengan luas 20.229 hektare, melibatkan 10.403 pekebun, dan nilai penyaluran dana sebesar Rp606 miliar.
BPDP akan terus memperkuat tata kelola, mempercepat pelaksanaan, meningkatkan kualitas peremajaan, serta mempererat koordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat Program PSR semakin optimal.
Selain peremajaan kebun, BPDP juga menempatkan pengembangan SDM sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan dan peningkatan daya saing industri sawit nasional. Di tengah dinamika industri sepanjang 2026, peningkatan produktivitas, inovasi, hilirisasi, dan kualitas SDM menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi industri kelapa sawit Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Kuching City vs Kitchee: The Cats Incar Poin, Wakil Hong Kong Ingin Beri Perlawanan
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022