
Ilustrasi kantor Manulife Investment Management. (Istimewa).
JawaPos.com - Di tengah dinamika pasar, investor memerlukan struktur portofolio investasi yang tak hanya bertumpu pada satu kawasan atau satu kelas aset. Diversifikasi investasi dari sisi mata uang hingga kawasan diperlukan untuk memperkuat pertumbuhan aset sekaligus mengendalikan risiko.
Perubahan suku bunga global, inflasi, kenaikan harga energi, untuk sementara masih menjadi tantangan bagi kinerja pasar. Di sisi lain terdapat tema-tema investasi global yang sedang mencuat seperti teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence, atau AI), transisi energi, dan kesehatan yang membuka peluang pertumbuhan baru yang dapat dioptimalkan investor.
Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist MAMI, mengungkapkan “Momentum ini dapat dioptimalkan oleh investor untuk mendukung kinerja portofolio investor. Di tengah beragam tantangan di pasar saat ini, tema investasi di sektor teknologi Asia dapat menjadi peluang diversifikasi yang dapat dimanfaatkan oleh investor. Menerapkan strategi diversifikasi lintas produk, kawasan, hingga lintas mata uang berpeluang menciptakan portofolio yang tangguh sekaligus peluang mendulang return yang lebih optimal.”
Reksa dana menjadi salah satu cara yang efisien dan efektif bagi investor untuk menjajal pasar negara lain, termasuk pasar Asia. Dengan pengelolaan aktif dan disiplin investasi yang diterapkan secara konsisten, reksa dana offshore memungkinkan investor memiliki eksposur terukur pada pasar negara tetangga, sehingga menghasilkan risk-return reward yang optimal, melalui alokasi investasi yang terus disesuaikan seiring dinamika pasar, tentunya bermodal informasi luas dan kapabilitas yang mumpuni. Reksa dana offsore dikelola oleh manajer investasi profesional dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurutnya, pasar Asia menawarkan potensi yang selaras dengan tema-tema investasi global. Sektor teknologi Asia memiliki outlook yang konstruktif, tesis ini didukung oleh posisi emiten teknologi Asia yang berperan penting dalam rantai pasok piranti keras untuk pengembangan AI, terutama sebagai produsen hardware seperti semikonduktor.
Belanja modal AI dari perusahaan hyperscalers AS diperkirakan masih akan terus meningkat ke depannya yang menjadi faktor positif bagi emiten teknologi di Asia. Kemudian sektor energi terbarukan, yang meningkat seiring kebutuhan energi non-fosil yang meningkat di negara-negara maju seperti Amerika Serikat menciptakan peluang bagi negara-negara pemasok di Asia.
Saat ini perusahaan-perusahaan di Asia masih menjadi pemasok utama komponen-komponen yang dibutuhkan untuk mendukung siklus adopsi AI. Komponen semikonduktor seperti memori chip, serta infrastruktur pendukung lain banyak di suplai dari kawasan Asia. Bloomberg mengungkap bahwa hingga Juli 2026 rencana belanja modal perusahaan teknologi dunia untuk pengembangan AI terus di revisi naik, hal ini menjadi sinyal positif bagi produsen hardware yang terkait AI.
Tema-tema yang disuguhkan melalui reksa dana offshore pun beragam. Di Reksa Dana Manulife yang dikelola PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), berbagai tema disuguhkan, termasuk Reksa Dana Manulife Saham Syariah Golden Asia Dolar AS (MAGOLD) yang berfokus di pasar saham China, Reksa Dana Manulife Saham Syariah Global Dividen Dolar AS (MANSYAG) yang menawarkan eksposur ke pasar saham global dengan sektor unggulan pada sektor healthcare, Communication Service, hingga IT dan Reksa Dana Manulife Saham Syariah ESG Transisi Global Dolar AS (MAGET) yang berfokus pada sektor saham energi terbarukan, elektrikfikasi, hingga sumber daya yang berhubungan dengan transisi energi.
Salah satu produk Reksa Dana Manulife yang dapat dijajal oleh investor di Indonesia sebagai kendaraan diversifikasi lintas negara adalah Manulife Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF). MANSYAF merupakan reksa dana offshore yang saat ini portofolio investasinya sebagian besar ditempatkan aset saham perusahaan sektor IT di kawasan Asia.
Mengacu ke fund fact sheet Juni 2026, portofolio MANSYAF diisi saham dari produsen memori chip dan semikonduktor seperti Samsung Electronic Co Ltd, SK hynix Inc, MediaTek Inc dan lainnya, dengan eksposur pada sektor Teknologi dan Informasi sebesar 62,7%.
“Diversifikasi ke pasar global menjadi semakin relevan karena pertumbuhan ekonomi dan kinerja pasar tidak selalu bergerak seragam di setiap negara. Dengan menyebarkan investasi ke berbagai wilayah dan mata uang, investor dapat mengurangi ketergantungan pada satu pasar saja sekaligus membuka peluang dari berbagai sumber pertumbuhan dunia. Bagi investor jangka panjang, diversifikasi bukan sekadar mencari peluang yang lebih luas, tetapi juga menjadi cara yang bijak untuk membangun portofolio yang lebih tangguh menghadapi berbagai kondisi pasar,” Dimas menegaskan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
