
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (10/7), setelah sebelummya ditutup melemah 114 poin menjadi Rp 18.128 per dollar AS pada perdagangan Kamis (9/7).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen negatif dari dalam negeri.
"Untuk perdagangan (10/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.120-Rp 18.180," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/7).
Ibrahim mengatakan alah satu sentimen yang membebani pergerakan rupiah berasal dari pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang berlangsung lebih cepat pada semester pertama tahun ini. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan percepatan belanja pemerintah di tengah berbagai tantangan ekonomi domestik.
“Menjadi sentimen negatif bagi pasar, dimana APBN Tahun 2026 tetap dirancang untuk menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pelaksanaan delapan agenda prioritas nasional, yaitu penguatan ketahanan pangan; penguatan ketahanan energi; pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Ibrahim mengatakan, kondisi ekonomi domestik juga dibayangi melemahnya tingkat keyakinan konsumen. Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan sentimen masyarakat kembali turun untuk bulan kedua secara berturut-turut pada Juni 2026, sekaligus menjadi level terendah sejak September tahun lalu.
Berdasarkan hasil survei tersebut, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 117,8, turun dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 120,9. Jika dibandingkan awal tahun, penurunannya juga cukup signifikan dari posisi Januari 2026 yang mencapai 127,0.
Kendati demikian, Ibrahim menilai pelemahan tersebut belum mencerminkan perubahan drastis terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Pasalnya, indeks keyakinan konsumen masih berada di atas level 100 yang menjadi batas optimistis, sehingga menunjukkan masyarakat masih memiliki pandangan positif terhadap prospek perekonomian meski tingkat keyakinannya mulai menurun.
“Kombinasi sentimen tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati, sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam jangka pendek,” ucapnya

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
