
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan komitmen Kementerian Keuangan akan terus mengoptimalkan peran APBN sebagai instrumen untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kementerian Keuangan terus menjaga kinerja fiskal untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi melalui berbagai langkah strategis dalam rangka optimalisasi pendapatan, belanja yang berkualitas, dan pembiayaan yang inovatif," ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (15/6).
Purbaya mengatakan, komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program utama, yaitu program kebijakan fiskal, sektor keuangan dan ekonomi, dan pengelolaan penerimaan negara.
Selain itu, Kemenkeu juga akan melakasakan program pengelolaan belanja negara, program pengelolaan perbendaharaan dan risiko serta program dukungan manajemen.
Melalui berbagai program tersebut, Kementerian Keuangan terus memperkuat perannya dalam menjaga kesehatan fiskal negara, meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara, serta mendukung agenda pembangunan nasional.
“Dukungan tersebut diarahkan untuk mendukung sejumlah prioritas nasional, antara lain penyelenggaraan Sekolah Rakyat, pemberantasan penyelundupan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta rumah, peningkatan layanan kesehatan, hingga implementasi program mandatori biodiesel B50,” ujarnya.
Purbaya juga menjelaskan bahwa kondisi perekonomian nasional hingga tahun 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut, serta cadangan devisa yang memadai.
Di sektor fiskal, hingga akhir Mei 2026 pendapatan negara mencapai Rp 1.185,0 triliun atau meningkat 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara realisasi belanja negara mencapai Rp 1.365,4 triliun dan pembiayaan telah terealisasi sebesar Rp 379,4 triliun dengan tetap menjaga defisit dan utang pada tingkat yang aman dan terkelola.
“Indonesia menunjukkan fundamental ekonomi yang tetap solid didukung kinerja fiskal yang sehat dan sustainable di tengah perekonomian global yang sangat menantang.” Ucapnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
