
Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal meluapkan amarahnya terhadap ketatnya pengamanan aksi unjuk rasa buruh di sekitar Istana Negara, Senin (29/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali memakan korban di sektor industri nasional. Kali ini, pabrik elektronik PT Xacti Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, resmi ditutup dan terpaksa merumahkan sekitar 350 karyawannya akibat hantaman krisis global.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut penutupan ini menjadi alarm keras bagi kondisi industri formal di tanah air.
Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa kasus ini menjadi bukti nyata dari peringatan yang pernah ia sampaikan sebelumnya.
"Benar, telah terjadi PHK sekitar 350 orang karyawan PT Xactie di Depok dan perusahaan tersebut tutup. Ini membuktikan bahwa apa yang disampaikan KSPI sebelumnya bukan ngarang atau menakut-nakuti. Informasi ini berasal dari bawah, dari perusahaan-perusahaan sendiri, dan sekarang mulai terjadi," ujar Said Iqbal, Senin (25/5).
Meski harus kehilangan pekerjaan, Said Iqbal memastikan bahwa hak-hak para mantan karyawan telah terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku.
"Para pekerja yang terkena PHK mendapatkan nilai pesangon sebesar dua kali ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan. Selain itu juga ada penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang telah disepakati bersama," terang Said Iqbal.
Pemicu Utama: Efek Domino Perang Global
Menurut analisis KSPI, ambruknya PT Xacti Indonesia tidak lepas dari situasi geopolitik dunia yang belum stabil. Perang berkepanjangan memicu lonjakan biaya operasional yang tak lagi sanggup dipikul oleh perusahaan berorientasi ekspor tersebut.
"Perang membuat harga bahan baku impor yang dibeli dengan dolar naik drastis. Ongkos produksi meningkat, sementara pasar ekspor lesu. PT Xactie adalah perusahaan orientasi ekspor, sehingga ketika pasar global melemah, mereka tidak mampu bersaing dan akhirnya tutup," jelas Said Iqbal.
Ia menambahkan, sejak awal April 2026 KSPI telah memperingatkan adanya potensi PHK di 10 perusahaan dengan jumlah pekerja terdampak yang diperkirakan mencapai sekitar 9 ribu orang. Saat ini, kata Said Iqbal, peringatan tersebut mulai terbukti satu per satu.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
