Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 00.49 WIB

INDEF sebut Lonjakan Biaya Plastik Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng, Ingatkan Potensi Turunnya Daya Beli Masyarakat

Ilustrasi: Seorang wanita tengah membeli minyak goreng di sebuah minimarket di Jakarta. - Image

Ilustrasi: Seorang wanita tengah membeli minyak goreng di sebuah minimarket di Jakarta.

JawaPos.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti menyoroti kenaikan harga minyak goreng. Kondisi ini diyakini turut dipengaruhi oleh kenaikan harga plastik.

Esther mengatakan, gangguan rantai distribusi akibat perang di Timur Tengah membuat kenaikan harga plastik sulit dihindari. Kenaikan ini mendorong pelaku industri nasional untuk mencari alternatif kemasan yang lebih efisien sebagai solusi jangka panjang.

"Hal ini juga memicu penggunaan kemasan yang lebih efisien karena naiknya biaya plastik," kata Esther di Jakarta, Senin (27/4).

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah dinilai perlu mengambil langkah tepat untuk melakukan mitigasi. Sebab, kenaikan harga minyak goreng bisa memicu terjadinya inflasi, meningkatkan biaya hidup rumah tangga, serta membebani UMKM kuliner akibat kenaikan biaya produksi.

Jika kondisi ini terjadi, maka berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, serta menahan laju pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

"Beban pengeluaran harian masyarakat berpotensi akan meningkat karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal menambahkan, pemerintah harus menilai serius kenaikan harga minyak goreng domestik. Rantai pasokan minyak goreng perlu diawasi agar tidak terjadi penimbunan.

"Pemerintah perlu mengawasi lebih ketat rantai pasok minyak goreng ini. Jalur distribusi rantai pasok minyak goreng ini kan tidak dalam kendali pemerintah, tetapi dikendalikan oleh pelaku swasta yang menguasai bisnis ini dari hulu sampai ke hilir," kata Faisal.

Meski begitu, tidak adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dinilai perlu diapresiasi. Sehingga, daya beli masyarakat tetap terjaga.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore