
SPBU Vivo (Nurul Fitriana/Jawapos.com)
JawaPos.com - Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar memastikan bahwa PT Vivo Energy Indonesia yang merupakan badan usaha pengelola SPBU Vivo telah membatalkan beli 40.000 barel (MB).
Menurut Muchtasyar, pembatalan itu dilakukan Vivo pada Jumat (26/9) malam, setelah sebelumnya Vivo sepakat membeli 40 ribu base fuel sebelum jam 6 sore.
"Alhamdulillah seperti disampaikan Pak Dirjen tadi, dua SPBU swasta itu berkenan, berminat untuk membeli kepada kita secara base fuel sampai hari Jumat kemarin," kata Muchtasyar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Rabu (1/10).
Lebih lanjut, Muchtasyar menyampaikan sebetulnya hingga Jumat pekan lalu, sudah ada dua badan usaha swasta yang menyepakati untuk membeli BBM base fuel dari Pertamina. Terdiri dari pengelola SPBU Vivo dan PT Aneka Petroindo Raya (APR), perusahaan patungan joint venture yang mengelola SPBU bp di Indonesia.
Tetapi kemudian karena alasan internal, tutur Muchtasyar, SPBU bp tak jadi juga membeli bbm dari Pertamina.
"Satu (APR) tidak bisa melakukan dan meneruskan negosiasi ini, dikarenakan bahwa ada birokrasi internal yang harus ditempuh. Oke, yang berkenan itu, berminat itu, VIVO sama APR. APR itu join AKR dan BP," jelas Muchtasyar.
"Sebelum jam 6 sore. Dan selanjutnya, setelah dua SPBU swasta itu berdiskusi kembali dengan kami. Satu dalam hal ini VIVO membatalkan untuk melanjutkan. Setelah setuju 40 ribu barel, akhirnya tidak disepakati lagi. Lalu tinggal APR, akhirnya tidak juga. Jadi tidak ada semua," imbuhnya.
Sebelumnya, Kolaborasi pemenuhan BBM antara PT. Pertamina Patra Niaga (PPN) dengan salah satu penyedia BBM swasta, PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) membuahkan hasil. Vivo akhirnya sepakat untuk melakukan proses B2B (Business to Business) dengan Pertamina.
Dari kuota 100 ribu barel (MB) kargo impor yang ditawarkan, Vivo menyerap 40 MB, atau sekitar 40 persen dari penawaran, untuk melayani konsumen setianya. Adapun langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Kemudian untuk sisanya 60 MB, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman memastikan bahwa sebanyak 60.000 barel stok Bahan Bakar Minyak (BBM) impor milik PT Pertamina (Persero) akan dipakai sendiri.
Hal ini seiring dengan tidak diserapnya stok BBM tersebut oleh Badan Usaha Swasta, selain SPBU Vivo. Meliputi SPBU Shell, SPBU bp AKR, serta ExxonMobil. Laode Sulaeman menyebut, berdasarkan hasil rapat antara Pemerintah, Pertamina dan badan usaha swasta kemarin, diketahui bahwa seluruh SPBU swasta, kecuali Vivo, masih melakukan finalisasi kesepakatan.
"Karena badan usaha lainnya, selain Vivo, masih memfinalkan poin-poin kesepakatannya dengan Pertamina. Maka 60 ribu barel tersebut masih akan dipakai Pertamina sendiri," kata Laode Sulaeman kepada JawaPos.com, Selasa (30/9).

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
