Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (18/3). (Folly Akbar/Jawapos)
JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dilaporkan langsung terbang ke Amerika Serikat (AS) usai Presiden Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor sebesar 32 persen.
Juru Bicara Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan Menko Airlangga dijadwalkan akan hadir di AS pada Selasa (8/7) waktu setempat setelah sebelumnya mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Brasil.
Haryo juga memastikan kedatangan Menko Airlangga ke Negeri Paman Sam nantinya, akan mendiskusikan terkait keputusan tarif Trump.
"Menko Airlangga dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan Pemerintah AS untuk mendiskusikan segera keputusan tarif Presiden AS Donald Trump untuk Indonesia yang baru saja keluar," kata Haryo dalam keterangan resmi, Selasa (8/7).
Jubir Kemenko Perekonomian ini juga mengatakan bahwa masih ada ruang untuk Pemerintah Indonesia mendiskusikan perihal tarif dengan Pemerintah AS. Itu dilakukan, kata Haryo, tak lain untuk mengoptimalkan kesempatan demi kepentingan nasional.
"Karena masih tersedia ruang untuk merespons sebagaimana yang disampaikan oleh Pemerintah AS, Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan kesempatan yang tersedia demi menjaga kepentingan nasional ke depan," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan bahwa Indonesia tetap dikenai tarif impor 32 persen. Kebijakan ini ditetapkan akan mulai berlaku mulai 1 Agustus 2025. Kepastian ini disampaikan Trump melalui surat yang ditujukan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto tertanggal Senin (7/7) waktu Amerika Serikat.
“Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan Tarif kepada Indonesia hanya sebesar 32 persen untuk semua produk Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat, terpisah dari Tarif Sektoral lain,” kata Trump dalam surat berkop Gedung Putih yang diunggahnya di Truth Social, dikutip Selasa (8/7).
"Barang yang dikirim ulang untuk menghindari tarif yang lebih tinggi akan dikenakan tarif yang lebih tinggi tersebut," tambahnya.
Trump menilai bahwa angka 32 persen jauh lebih kecil daripada angka yang dibutuhkan untuk menghilangkan kesenjangan defisit perdagangan antara negaranya dengan Indonesia.
Itu sebabnya, Trump mengancam akan kembali menambah tarif impor sebesar 32 persen, atau menjadi 64 persen, apabila Indonesia memutuskan untuk melakukan tindakan balasan dengan menaikan tarif.
"Jika karena alasan apa pun Anda memutuskan untuk menaikkan Tarif Anda, maka, berapa pun angka yang Anda pilih untuk menaikkannya, akan ditambahkan ke 32% yang kami kenakan," tegas Trump.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
