Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 23.00 WIB

UN Global Compact dan Huayou Cobalt Dorong Indonesia-Tiongkok Perkuat Hubungan Diplomatik Kedua Negara

Huayou Cobalt berkolaborasi dengan UN Global Compact dan 19 organisasi mitra lain secara resmi meluncurkan Jaringan Aksi Komunitas Korporat China-Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan. (Istimewa). - Image

Huayou Cobalt berkolaborasi dengan UN Global Compact dan 19 organisasi mitra lain secara resmi meluncurkan Jaringan Aksi Komunitas Korporat China-Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan. (Istimewa).

JawaPos.com - Hubungan diplomatik Indonesia dengan Tiongkok semakin solid dengan kunjungan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang beberapa waktu lalu. Sejumlah kebijakan penting dan kerja sama strategis dibahas.

Menyusul agenda tersebut, pemerintah Indonesia mengumumkan kerja sama dengan United Nations Global Compact (UN Global Compact). Melalui konferensi internasional pertama yang membahas peran dunia usaha dalam investasi infrastruktur dalam kerangka “Sabuk dan Jalan” atau Belt and Road Initiative (BRI) serta kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. 

Acara ini berlangsung di Jakarta dan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta. Salah satu perkembangan menarik dari konferensi ini adalah peluncuran "Jaringan Aksi Komunitas Korporat Tiongkok -Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan".

Inisiatif ini digagas oleh Huayou Cobalt bersama UN Global Compact dan 19 organisasi mitra lainnya. Tujuannya adalah mendorong tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kerja sama yang erat antara kedua negara.

Sebagai latar belakang, Prakarsa Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative merupakan program yang diinisiasi oleh Tiongkok sejak 2013, bertujuan untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi lintas negara.

Gao Baojun, Senior Vice President Huayou Cobalt dan Presiden Huayou Indonesia Nickel Industry Group, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk ikut serta membangun komunitas lokal di wilayah tempat mereka beroperasi. 

“Kami percaya bahwa investasi harus memberikan dampak positif, baik secara ekonomi maupun sosial,” ujar dia belum lama ini di Jakarta.

Dirinya menambahkan bahwa Huayou berupaya menciptakan program pemberdayaan yang inklusif dengan melibatkan berbagai pihak dan menyesuaikan desain proyek dengan kebutuhan masyarakat.

Simbolisasi komitmen ini diwujudkan lewat seremoni penyalaan lampu, yang menandai dimulainya Jaringan Aksi tersebut. “Peluncuran ini adalah langkah awal menuju model kolaborasi yang lebih partisipatif dan berkelanjutan,” tambah Gao.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara ini, di antaranya Siddharth Chatterjee dan Gita Sabharwal selaku Koordinator Residen PBB di Tiongkok dan Indonesia, Y.W. Junardy dari UN Global Compact Network Indonesia, serta Liu Meng dari UN Global Compact Tiongkok.

Jaringan Aksi ini dirancang untuk menghimpun kontribusi dari berbagai pihak dalam hal ini pemerintah, perusahaan, organisasi internasional, dan LSM dari Indonesia dan Tiongkok. 

Fokus kerjanya mencakup isu-isu seperti pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, lingkungan, hingga pengembangan UKM dan infrastruktur lokal. 

Sebagai tahap awal, program percontohan akan dijalankan di kawasan sekitar industri Huayou Cobalt di Indonesia, dengan tujuan menciptakan solusi mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore