
Ilustrasi belanja online. (Packaging Company)
JawaPos.com - Asosiasi E-commerce Indonesia atau Indonesia E-commerce Association (idEA) mengungkapkan kalau sebanyak 70-80 persen masyarakat Indonesia yang berbelanja online, memanfaatkan layanan gratis ongkos kirim atau ongkir.
Soal gratis ongkir e-commerce ini jadi ramai lantaran pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengeluarkan aturan baru. Aturan tersebut yakni Peraturan Menteri (Permen) Komdigi Nomor 8 Tahun 2025.
Aturan tersebut diklaim dibuat untuk menciptakan persaingan pasar yang sehat. Aturan tersebut secara spesifik mengatur diskon ongkos kirim (ongkir) yang diberikan langsung oleh perusahaan kurir, bukan oleh e-commerce.
Kembali ke idEA, Budi Primawan selaku Sekretaris Jenderal idEA menjelaskan kalau mayoritas konsumen di Indonesia yang berbelanja online, menggunakan layanan gratis ongkir. Persentasenya juga tinggi.
"Berdasarkan pengamatan industri, sekitar 70–80 persen transaksi di marketplace memanfaatkan program ongkir, baik dari subsidi platform, penjual, maupun promosi gabungan. Ini mencerminkan betapa pentingnya peran insentif ongkir dalam mendorong transaksi digital di Indonesia," kata Budi saat dihubungi JawaPos.com, Senin (19/5).
Sebelumnya diberitakan, idEA juga menggarisbawahi bahwa yang diatur dalam Permen Komdigi ini bukan larangan terhadap promo gratis ongkir secara keseluruhan.
Yang dibatasi adalah potongan harga yang secara langsung menurunkan tarif jasa kirim di bawah biaya pokok layanan.
"Program gratis ongkir yang bersumber dari subsidi pihak ketiga, seperti marketplace atau penyedia pembayaran, tidak termasuk dalam pembatasan tersebut," lanjut Budi.
Meskipun demikian, Budi menegaskan, dia menilai perlu ada kepastian teknis dan komunikasi yang jelas agar pelaku usaha tidak salah menafsirkan kebijakan ini.
Dia juga menyebut kalau aturan ini berpotensi mempengaruhi minat belanja online di masyarakat. Jika implementasinya tidak dipahami dengan tepat, ada potensi dampak terhadap minat belanja online.
Budi menyebut, gratis ongkir adalah salah satu insentif utama yang menarik konsumen, terutama saat kampanye besar seperti tanggal kembar.
Selama program tersebut berasal dari subsidi pihak ketiga dan tidak melanggar ketentuan batas biaya pokok, semestinya tetap bisa dijalankan. "Oleh karena itu, kejelasan regulasi ini sangat penting agar tidak menciptakan ketidakpastian di lapangan," tandas Budi.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
