
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau klaster tambak udang vaname berkelanjutan di Desa Matang Rayeuk, kabupaten Aceh Timur, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam yang sudah berhasil panen sebanyak 25 ton atau senilai Rp 1,8 miliar be
JawaPos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan pentingnya peran pendamping Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP). Pihaknya menyerahkan pinjaman modal usaha Rp 2,8 miliar kepada 40 orang pemanfaat dari Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Barat. Sebagian besar mereka adalah pelaku usaha penangkapan ikan, sedangkan lainnya adalah pembudidaya ikan dan pengolah dan pemasar hasil perikanan (poklahsar).
"Dana bergulir yang diberikan harapannya bisa kembali sesuai dengan yang diberikan agar bisa digunakan untuk (pelaku usaha) yang lain. Harus didampingi karena ini kan dana bergulir sehingga pendampingan harus serius,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangannya, Sabtu (24/4).
Menurutnya, pendamping yang ditugaskan oleh BLU LPMUKP memegang peranan penting sebab mereka mendampingi mulai dari pengajuan proposal, pencairan, hingga pelaksanaan penggunaan dana bergulir yang diterima debitur. Mereka harus memastikan pengembalian pinjaman modal usaha dapat berjalan dengan lancar sesuai nominal pencairan dan tenggat waktu pengembaliannya.
Mekipun demikian, bertugas sebagai pendamping nyatanya tidaklah mudah. Jarak tempuh yang jauh, medan yang sulit, dan waktu kerja yang dinamis menjadi tantangan. Namun motivasi yang kuat memberikan semangat kepada mereka.
Baca Juga: Kembangkan Potensi Natuna, KKP Salurkan Modal ke Nelayan
“Memang basic saya di perikanan, saya ingin mengabdi di perikanan untuk membantu masyarakat, pelaku usaha, apalagi di masa pandemi ini membutuhkan modal untuk melancarkan dan mengembangkan usahanya”, tutur Jumansyah Putra selaku pendamping Batanghari.
Selain itu, ada juga cerita Resti Novitasari yang merupakan pendamping Kota Jambi dan Muaro Jambi. Dirinya merupakan seorang Ibu satu anak. Ia menyebut, semua pekerjaan itu memiliki risiko, apa yang kita kerjakan pasti berbuah manis nantinya. “Semoga apa yang saya kerjakan bermanfaat untuk ke depannya,” ungkapnya.
Hal serupa juga dikatakan oleh Idrus selaku pelaku usaha budidaya ikan asal Muaro Jambi mengaku senang telah mendapatkan bantuan pinjaman dari LPMUKP.
Pendamping dari Tanjung Jabung Timur, Rizki Susanto berbagi tips untuk para pembudidaya agar mengatur pola panen sehingga pemasukan tetap ada. “Pembudidaya yang sukses adalah pembudidaya yang punya pola panen, artinya gak sekaligus panen. Kalo rata-rata kan kolam kosong lalu disebar, giliran panen semua bingung,” pungkasnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
