
Start up agriculture yang diinisiasi tiga mahasiswa Universitas Brawijaya bagi peternak ayam binaan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha (BIIW) Universitas Brawijaya. Universitas Brawijaya/Antara
JawaPos.com - Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) mendesak pemerintah untuk memberi perlindungan kepada para peternak di tengah murahnya harga ayam hidup (livebird) yang dibanderol di bawah Harga Pokok Produksi (HPP).
Ketua KPUN Alvino Antonio mengungkapkan hampir lima bulan harga ayam hidup di kandang hanya dibanderol sebesar Rp 19.500-Rp 20.000 per kilogram. Harga tersebut menurutnya lebih murah dari Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp 21.00-Rp 23.000 per kilogram.
"Jadi, harga ayam hidup keluar jalur HAP. Hingga sampai saat ini tidak ada perlindungan dari pemerintah secara regulasi," kata Alvino kepada awak media di Jakarta, Selasa (13/12).
Ia menjelaskan, penurunan harga ayam hidup peternak yang murah disebabkan naiknya harga ayam karkas mencapai Rp 40.000 per kilogram. Padahal kata dia, sudah 12 tahun peternak rakyat berdarah-darah mengalami kerugian dan tidak ada perlindungan pasti dari pemerintah.
Perlindungan dinilai tidak pasti, sebab menurut Alvino dari aturan yang sudah dibuat, proses pelaksanaan dan pengawasannya masih belum berjalan efektif. Salah satunya seperti Peraturan Menteri Pertanian 32/2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.
Alvino menyebut, dalam Pasal 16 sudah ditegaskan pembagian porsi Day Old Chicken Final Stock (DOC FS) paling rendah 50 persen dikuasai oleh pelaku usaha peternak mandiri, koperasi dan peternak. Sedangkan 50 persen lainnya dikuasai oleh industri.
Faktanya, lanjut Alvino peternak rakyat, mandiri/koperasi hanya memegang peranan 20 persen dari total yang dijanjikan oleh pemerintah sebesar 50 persen. "Karena itu, kami menuntut kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengevaluasi aturan yang dibuat oleh Dirjen PKH Kementan," jelas Alvino.
Lebih lanjut, ia juga meminta kepada KPPU untuk melakukan investigasi terkait dugaan adanya potensi kartelisasi dan monopoli dibidang perunggasan. "Kalau memang tidak ada kartelisasi/monopoli kenapa industri semakin menguntungkan, sedangkan peternak rakyat semakin buntung," imbuhnya.
Meskipun Permentan sudah ada, bagi KPUN fakta harga ayam hidup di level peternak masih terombang-ambing sedangkan di level industri masih tenang dan sangat menguntungkan. Artinya ada potensi permainan monopoli bisnis yang sangat kuat
oleh industri.
Oleh sebab itu, KPUN mendesak kepada KPPU dan Ombudsman untuk bersama-sama melakukan investigasi atas kekacuan bisnis yang ada di Industri Perunggasan. Kepada Ombudsman RI, KPUN meminta segera melakukan investigasi potensi adanya pelanggaran maladministrasi carut marut bisnis perunggasan.
Terutama membuka atau transparansi data penguasaan bisnis GPS, PS, dan FS. Karena pemerintah masih memberikan komando afkir dini bersama-sama dengan industri melalui aturan yang dibuat yakni Surat Edaran (SE) Dirjen yang berjilid-jilid.
"Karena Afkir dini menurut kami cenderung mengelabui peternak. Faktanya harga DOC bukan semakin murah, tetapi semakin mahal. Pun dengan harga pakan cenderung meningkat. Jadi ini ada anomali di bisnis perunggasan," tandasnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
