
Mulyono, 68 (paling kiri), yang biasa disapa Mbah Mul memanfaatkan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 berdampak di hampir semua aspek kehidupan. Tak terkecuali sektor kelautan dan perikanan. Pelaku usaha harus pandai-pandai memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk tetap bertahan, termasuk dalam mengelola permodalan mereka.
Mulyono (68) misalnya, pria yang biasa dipanggil Mbah Mul ini mengaku usaha ternak ikan lele miliknya terus menurun. Penyebabnya tentu saja akibat pandemi masyarakat harus membatasi aktivitas, hingga berbutut permintaan lele di pasar berkurang. "Merosot sekali, biasa satu hari kirim 3-4 kwintal, sekarang cuma sedikit," keluhnya.
Namun, di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia tetap gigih. Ternak lele sudah ia jalankan sejak 2005, dari hanya tiga kolam, kini sudah berlipat jadi 25 kolam. Mengingat jerih payahnya selama itu, Mbah Mul tak mau menyerah begitu saja.
Berbagai cara ia lakukan. Di antaranya dengan memanfaatkan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). Pinjaman modal yang diberikan badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini, ia manfaatkan untuk melakukan ekspansi usaha.
Mbah Mul meminjam Rp100 juta pada Desember 2020 untuk modal membeli lahan penambahan kolam dan pakan lele. "Bantuan ini membantu sekali, dulu kan kolamnya cuma 25, sekarang nambah 31. Dulu 120 bibit (lele per kolam), sekarang 160 sampai 170," jelasnya.
Bagi pria yang tinggal di Desa Slamet Wiroto, Tumpang, Malang, Jawa Timur ini, proses peminjaman dari LPMUKP sangat mudah dilakukan. "Pas minjem itu masih lancar-lancar aja, nggak ada hambatan sama sekali," ucapnya.
Manfaat yang ia rasakan sekarang juga tak terlepas dari sikap disiplin dalam penggunaan dana. Semuanya dialokasikan sesuai dengan yang sudah didisikusikan bersama pendamping LPMUKP. "Pak Ahmad (pendamping) benar-benar minta menaati, kalau uang untuk usaha ya untuk usaha tidak yang lain-lain. Membayar cicilan lewat bank, tapi dia yang datang sendiri untuk mengambilnya. Itu meringankan sekali," terang Mbah Mul.
Cara pendamping yang jemput bola seperti itu, alhasil Mbah Mul tidak pernah gagal cicilan. Berbeda saat ia meminjam dari sebuah bank yang menetapkan bunga cukup tinggi. Terkadang tunggakan terjadi akibat situasi yang tidak diinginkan.
Kemudahan menjadi debitur LPMUKP benar-benar ia syukuri. Mbah Mul berharap program ini terus berlanjut, agar ia bisa semakin memperluas kolamnya. "Inginnya nambah kolam lagi. Lahan sudah ada nanti mau buka kolam lagi," harapnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
