
Petani tebu di Kabupaten Malang gigit jari. Pasalnya gula kristal putih impor mulai membanjiri pasaran dan membuat gula petani tidak laku.
JawaPos.com - Suara tolak impor sejumlah komoditas terus menyeruak. Kali ini disampaikan oleh Komite Pedagang Pasar (KPP). Tidak hanya beras, mereka juga menolak impor komoditas lainnya.
Ketua Umum KPP Abdul Rosyid mengatakan, pihaknya menolak impor komoditas seperti beras, gula, daging sapi, garam, dan sejenisnya. Penolakan itu berangkat dari rencana pemerintah yang tengah ramai, yakni akan mengimpor beras.
"Hari ini gula kristal putih (GKP) yang diimpor dari BUMN Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) didatangkan secara bertahap di sejumlah pelabuhan," kata Abdul Rosyid, Rabu (31/3).
Dia merinci, impor gula kristal putih di antaranya sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta sekitar 6 ribu ton pada Minggu (28/3) lalu. Lantas pengiriman berikutnya melalui pelabuhan Belawan di Medan sekitar 15 ribu ton. Kemudian disusul di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar 30 ribu ton dan di Pelabuhan Tanjung Priok akan datang lagi sekitar 24 ribu ton.
"Untuk impor gula itu, tentu menuai pro dan kontra di tengah masyarakat," jelasnya.
Dia menegaskan KPP tetap tegas menolak adanya produk impor seperti beras, gula, garam, dan daging sapi. Mereka mengajak para pedagang tidak membeli komoditas impor tersebut di pasaran. Sebaliknya mengutamakan membeli dari produk dalam negeri.
Menurut Rosyid alasan pemerintah mengimpor komoditas tersebut untuk mengisi stok cadangan dalam negeri. Namun, upaya itu dapat menyengsarakan masyarakat, khususnya para petani, peternak, dan pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Lockdown India Hambat Masuknya 28.200 Ton Gula Impor
Dalam kesempatan yang sama Aidil Fitri selaku Ketua Umum relawan Foreder Jokowi juga menyampaikan penolakan terhadap kebijakan pemerintah mengimpor beras itu. Dia mengajak relawan Jokowi lainnya untuk konsisten menolak kebijakan impor komoditas tersebut.
Dia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih mendorong peningkatan penghasilan petani, pedagang, dan pelaku UMKM lokal.
Seperti diketahui beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo berupaya meredam perdebatan impor beras sebanyak satu juta ton. Sebab isu impor beras itu dinilai membuat harga gabah di petani turun. Padahal saat ini banyak petani sedang menjalani panen raya. Joko Widodo menegaskan tidak ada impor beras sampai Juni depan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=DA5Ib4Cwe8o

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
