
Ilustrasi sebuah mini market menjual minyak goreng kemasan
JawaPos.com - Gejolak harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan menjadi sorotan 350 alumni Al-Azhar Mesir di Indonesia. Mereka meminta pemerintah menindak tegas penimbun dan spekulan yang kerap memainkan harga di tingkat konsumen.
Permintaan supaya pemerintah menindak tegas penimbun kebutuhan pokok itu merupakan salah satu rekomendasi Multaqa Nasional VII Alumni Al-Azhar Internasional Cabang Indonesia yang digelar Sabtu (19/3). Seperti diketahui saat ini harga minyak goreng kemasan naik cukup tinggi. Dari semula Rp 14.000/liter menjadi sekitar Rp 24.000/liter.
Sekjen Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OIAA) Cabang Indonesia Muchlis M. Hanafi mengatakan, mereka turut menyikapi melambungnya harga bahan kebutuhan pokok di Indonesia saat ini. "Akibat praktik ekonomi yang tidak memperhatikan aspek kemaslahatan umum dan bertentangan dengan wasathiyyah Islam," kata Muchlis kepada wartawan Sabtu (19/3).
Muchlis mengatakan mereka meminta pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan. Terutama bahan-bahan kebutuhan pokok. Dia menjelaskan dalam fiqih Islam, kebijakan pemerintah harus berpihak kepada kepentingan dan kamaslahatan umum. Muchlis mengatakan Rasulullah SAW dan sahabatnya memberi keteladanan dalam mengendalikan harga. Caranya melakukan pengawasan pasar secara langsung dan menegur keras orang yang melakukan praktif ekonomi manipulatif
"Permintaan kami yang kedua, pemerintah harus bertindak tegas terhadap para pelaku praktik ekonomi yang memonopoli dengan cara menimbun barang dan menjualnya dengan harga tinggi," katanya. Menurut dia praktik seperti ini tidak manusiawi, di saat masyarakat sedang membutuhkan. Praktik seperti ini dalam fiqih Islam ini dikategorikan sebagai ihtikar yang hukumnya haram.
Muchlis menjelaskan para ulama fiqih dari seluruh mazhab bersepakat haram hukumnya menimbun dan memonopoli barang karena membuat orang banyak susah dan menderita. Di situ ada unsur merugikan dan menzalimi orang lain, sehingga masuk kategori harta yang diperoleh secara batil. "Rasulullah bersabda, Pelaku praktik monopoli (dalam ekonomi) adalah pendosa," katanya.
Selain itu Muchlis mengatakan, mereka mendukung presidensi Indonesia dalam forum G20. Peserta Multaqa Nasional mendukung penuh Pemerintah Indonesia. Sehubungan dengan itu, sesuai dengan nilai-nilai wasathiyah Islam, para alumni Al-Azhar berharap pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat memastikan terwujudnya prinsip keseimbangan, keadilan, kemaslahatan dan keberlanjutan dalam program-program pembangunan di tanah air.
Dalam forum tersebut alumni Al-Azhar juga meminta pemerintah memastikan pembangunan yang berkelanjutan. "Para alumni Al-Azhar juga diharapkan berkontribusi dalam dua hal,'' tuturnya. Yaitu ikut menyediakan lapangan pekerjaan serta jenis usaha baru. Kemudian yang kedua menyusun peta jalan Indonesia untuk memastikan terwujudnya kesejahteraan umat.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
