
Flyover Laluan Madani di Batam yang diresmikan Desember 2017
JawaPos.com - Pemerintah terus mengembangkan secara masif proyek infrastruktur guna mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga. Salah satunya, pengoperasian pembangunan Flyover (FO) Laluan Madani yang berada di Simpang Jam, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Jembatan Bentang Panjang di Batam, Riau ini sejatinya telah diresmikan Desember 2017 lalu. Pembangunan FO Laluan Madani dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan parah di Simpang Jam yang dilalui arus lalu lintas dari Bandara Hang Nadim yang menuju pusat Kota Batam.
"Kehadiran infrastruktur jembatan disamping memperlancar arus lalu lintas juga perlu dibuat indah dengan memasukan elemen budaya lokal sehingga bisa menjadi kebanggan masyarakatnya dan menambah estetika kota," jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Minggu (4/3).
Basuki menambahkan, pada jam sibuk, kawasan Simpang Jam setiap harinya dilintasi sekitar 272 ribu kendaraan. Untuk mengatasi kemacetan di kawasan itu, FO Laluan Madani dibangun dengan panjang 460 meter dan memiliki 3 lajur disetiap arahnya. Pembangunan jembatan dikerjakan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) dengan biaya Rp 180 miliar.
Dijelaskan, setelah FO Laluan Madani, nantinya Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan FO di Simpang Kabil yang berjarak sekitar 3 km dari FO Laluan Madani. Direncanakan pembangunan akan dilakukan pada tahun 2019.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan IV, Ditjen Bina Marga Junaidi mengatakan, pembangunan Flyover (FO) Laluan Madani mengangkat ornamen Melayu yang dapat dilihat pada dinding dan pilar Flyover.
"Dalam membuat desain ornamen, BPJN IV juga melibatkan Lembaga Adat Melayu (LAM) dimana setiap ornamen memiliki filosofi," katanya.
Ia menjelaskan, pada dinding FO, terdapat ornamen pucuk rebung uang. Filosofi ini dianggap harapan baik, karena bambu merupakan pohon yang tidak mudah tumbang oleh tiupan angin.
Untuk Ornamen Lebah Bergayut sendiri, mencerminkan tentang rumah lebah madu yang dulu banyak terdapat di bumi Melayu Riau. Lalu pada pilar jembatan terdapat ornamen besar berbentuk Bunga Tudung yang melambangkan perlindungan atau pengayoman.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
