
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (20/9/2021). Rapat kerja tersebut beragendakan penyerahan Daftar Investarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Hubu
JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia tidak memerlukan waktu lama untuk pulih secara ekonomi di tengah badai pandemi. Hal itu tecermin dari perekonomian nasional yang sudah tumbuh positif pada akhir kuartal 2021 yang tercatat 5,02 persen. Sehingga, sepanjang 2021 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 3,69 persen.
Menurutnya, ekonomi Indonesia hanya memerlukan lima kuartal saja untuk bisa kembali ke Produk Domestik Bruto (PDB) sebelum Covid-19. Hal itu patut dibanggakan karena banyak negara di ASEAN khususnya negara tetangga yang belum sebaik Indonesia.
"Ini pemulihan cepat hanya 5 kuartal bisa kembali ke GDP sebelum musibah Covid-19,” kata Sri Mulyani secara virtual, Rabu (16/2).
Sri Mulyani mengatakan, kebijakan ekonomi makro 2023 mendatang akan mendorong pemulihan yang berasal dari sumber pertumbuhan yang tidak hanya tergantung APBN. Meskipun APBN akan sangat mendukung namun peranan non APBN akan menjadi sangat penting.
Sri Mulyani menyebut, pemulihan ekonomi terlihat dari aspek konsumsi atau daya beli masyarakat, investasi masuk, nilai ekspor yanh mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan juga yang berasal dari institusi tambahan.
Di sisi lain, perbankan pun saat ini memiliki kemampuan yang memadai dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 7.250 triliun dan LDR nya hanya 77 persen. Sri Mulyani berharap, pertumbuhan kredit akan dapat lebih baik tahun ini. “Memiliki ruang untuk memulai mendukung pemulihan ekonomi dengan menyalurkan kredit," imbuhnya.
Sri Mulyani menambahkan, dalam pemulihan ekonomi, perlu didasari oleh produktivitas yang tinggi sehingga akan muncul perbaikan dari Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, dan kualitas birokrasi dan regulasi.
"Kita juga identifikasi pusat atau tren baru dari pertumbuhan ekonomi yang berasal dari pola hidup normal setelah pandemi terutama berbasis kesehatan, baik industri alat kesehatan maupun penyelanggaraan kesehatan," pungkasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
