Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Februari 2021 | 21.15 WIB

Capai USD 148,6 Juta, Impor Produk Farmasi Melonjak Hampir 1,5 Kali

Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan bongkar muat vaksin COVID-19 Sinovac setibanya di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (7/1/2021). Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada tahap I telah menerima sebanyak 78.400 vaksin COVID-19 Sinovac yang diprioritas - Image

Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan bongkar muat vaksin COVID-19 Sinovac setibanya di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (7/1/2021). Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada tahap I telah menerima sebanyak 78.400 vaksin COVID-19 Sinovac yang diprioritas

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, nilai impor Indonesia pada Januari 2021 mencapai USD 13,34 miliar. Angka tersebut turun 7,59 persen dibandingkan Desember 2020 dan turun 6,49 persen dibandingkan Januari 2020 (atau year-on-year).

Kepala BPS Suhariyanto menjabarkan, meskipun impor migas pada Januari 2021 mengalami kenaikan 4,73 persen senilai USD 1,55 miliar dibandingkan Desember 2020, namun mengalami penurunan 21,90 persen dibandingkan Januari 2020. Sementara, impor nonmigas Januari 2021 mencapai USD 11,79 miliar, atau turun 9 persen dibandingkan Desember 2020, dan turun 4 persen dibandingkan Januari 2020.

Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Januari 2021 dibandingkan Desember 2020 adalah mesin dan peralatan mekanis USD 371,3 juta sebesar 17,16 persen. Sedangkan peningkatan terbesar adalah produk farmasi USD 148,6 juta atau 133,78 persen.

"Ada 4 golongan utama yang turun nilai impor, milsalnya mesin dan peralatan mekanis maupun perlengkapan elektrik, dan serelia yang turun," ujarnya secara virtual, Senin (15/2).

Adapun negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2021 adalah Tiongkok USD 4,15 miliar sebesar 35,18 persen, Jepang USD 0,87 miliar sebesar 7,35 persen, dan Singapura USD 0,69 miliar sebesar 5,82 persen. Sedangkan Impor nonmigas dari ASEAN USD 2,12 miliar atau 18 persen dan Uni Eropa senilai USD 0,75 miliar sebesar 6,40 persen.

"Beberapa impor barang konsumsi yang turun diantaranya bawang putih dari Tiongkok, kemudian daging beku dari India, apel dari Tiongkok, milk and cream dari New Zealand, hingga anggur segar dari Tiongkok," ucapnya.

Berdasarkan golongan penggunaan barang, nilai impor Januari 2021 terhadap Desember 2020 terjadi penurunan pada barang konsumsi USD 291,7 juta sebesar 17 persen, bahan baku atau penolong USD 267,5 juta sebesar 2,62 persen, dan barang modal USD 537,0 juta sebesar 21,23 persen. Berdasarkan negara asal, kata dia peningkatan impor tercatat dari Afrika Selatan, Kanada, Pakistan, Vietnam, dan Finlandia. Sebaliknya impor dari TIongkok turun tajam.

"Pangsa pasar impor kita tidak berubah, pertama dari Tiongkok, Jepang, Korsel, Singapura, dan Amerika Serikat," pungkasnya.

https://youtu.be/MfA71UTWfmI

 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore