
Direktur Utama Irfan Setiaputra (kiri) bersama dengan Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf (kanan) saat diskusi
JawaPos.com - Perusahaan maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merombak susunan manajemen di tubuh perusahaan. Berdasarkan informasi yang diterima dari Direktur Utama Irfan Setiaputra, terdapat empat komisaris lama tak lagi menjabat.
Keempat Komisaris tersebut diantaranya, Komisaris utama Triawan Munaf, dua Komisaris Independen Yenny Wahid dan Elisa Lumbantoruan, dan Komisaris Peter Gontha.
Sehingga, Timur Sukirno menggantikan Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama, sedangkan Abdurahman sebagai Komisaris Independen, dan Chairul Tanjung sebagai Komisaris.
Sementara, susunan direksi diantaranya, Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama, Ade Susardi sebagai Direktur Layanan dan Niaga Prasetio Direktur Keuangan, Aryaperwira sebagai Direktur Human Capital, Rahmat Hanafi sebagai Direktur Teknik, dan Tumpal Hutapea sebagai Direktur Operasi.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, susunan baru pengurus Perseroan yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna merupakan salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan Garuda Indonesia menjadi perusahaan dengan tata kelola organisasi yang lebih agile, focus, dan adaptif, khususnya di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dewan direksi dan komisaris yang hari ini telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai bagian dari Manajemen Garuda Indonesia, atas kontribusi terbaik yang telah diberikan demi memastikan maskapai kebanggaan Indonesia dapat terus terbang tinggi melewati berbagai tantangan, khususnya di masa pandemi ini,” ujarnya, Jumat (13/8).
Sejalan dengan hal tersebut, Irfan menambahkan, Perseroan hingga saat ini juga terus melakukan optimalisasi kinerja usaha melalui improvement pada aspek likuiditas, efisiensi biaya operasional, serta restrukturisasi kewajiban sebagai penentu keberlangsungan strategi pemulihan kinerja Garuda Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
“Dapat kami sampaikan bahwa upaya menuju pemulihan kinerja akan berlangsung lebih lama dari yang kita perkirakan bersama,” ucapnya.
Namun demikian, pihaknya optimis langkah transformasi kinerja merupakan sebuah keniscayaan yang akan terus terakselerasi secara berkesinambungan di tengah tantangan fundamental dari kondisi pandemi Covid-19.
“Hal itu yang kami yakini perlu disikapi dengan mental bisnis yang tangguh serta resiliensi dalam mengawal dinamika tantangan industri penerbangan ke depannya yang masih dibayangi situasi penuh turbulensi,” pungkasnya.
Sementara, salah satu komisaris Yenny Wahid dan Peter Gontha telah mengumumkan pengunduran dirinya melalui sosial media Instagram. Melalui unggahan Instagram @yennywahid, Yenny mengatakan, langkahnya bertujuan untuk mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan Garuda.
"Untuk membantu mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan Garuda, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi saya sebagai komisaris independen,” ujarnya dikutip Jumat (13/8).
Yenny juga bercerita, pada saat diminta mengemban tugasnya sebagai komisaris Garuda dirinya mengaku sedikit segan. Sebab, persoalan Garuda sangat banyak namun pada akhirnya juga mencintai perusahaan pelat merah tersebut. "Ya saya sedih. Walaupun awalnya saya setengah... segan untuk masuk Garuda Indonesia. Tapi, waktu di dalam akhirnya jatuh cinta, walaupun masalahnya seabrek-abrek," ungkapnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
