alexametrics

Jurus OJK Ambil Hati Masyarakat Agar Tak Berutang ke Rentenir

10 Desember 2020, 14:30:53 WIB

JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mengedukasi masyarakat Indonesia tentang manfaat jasa keuangan. Sebab, masih banyak masyarakat yang memilih untuk meminjam dana dari renternir dibandingkan lembaga jasa keuangan resmi meskipun bunga yang diberikan sangat tinggi.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengaku, hal yang menjadi alasan masyarakat lebih memilih pinjam dana lewat renternir adalah sifatnya yang cepat dan sangat mudah.

“Ini ya kita lawan dengan bunga atau imbal hasilnya harus sangat rendah atau kecil sekali. Bahkan ada daerah yang menerapkan imbal hasilnya kalau untuk sektor tertentu itu 0,” ujarnya secara virtual, Kamis (10/12).

Tirta memaparkan, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), kredit atau pinjaman pun ditebar agar masyarakat tak terjebak oleh tawaran rentenir. “Ada kredit atau pembiayaan melawan renternir. TPAKD di daerah membuat nama yg khas sesuai daerah masing-masing,” ucapnya.

Tirta mengungkapkan, hingga saat ini telah ada 20 TPAKD yang menerapkan atau melaksanakan kredit melawan rentenir ini. Berdasarkan data per Juni-Oktober, dia menjelaskan sudah ada 48 ribu debitur yang mendapat pinjaman melalui program melawan rentenir itu.

“Ini luar biasa menurut saya dan kredit yang disalurkan yaitu sudah lebih dari Rp 589 miliar, sekitar itu ya,” imbuhnya.

Selain itu, Tirta menambahkan, sosialisasi dan edukasi harus dilakukan sejak usia dini melalui program simpanan pelajar (Simpel). OJK untuk melakukan edukasi untuk menciptakan budaya menabung dan hidup hemat untuk masa depan.

“Rekening simpel sudah capai 36 juta lebih. Bank peserta mendorong itu, pembukaannya scara kolektif. Kita mengubah simpel ini kita ciptakan juga dari yang biasanya BASIC account seperti rekening orang dewasa Kebiasaan menabungnya dan akan menjadi budaya dan karakter hidup hemat untuk masa depan. Tidak untuk sering diambil,” tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads