
Ilustrasi pedagang minyak goreng. Fedrik Tarigan/JawaPos
JawaPos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan persoalan yang dialami oleh para pedagang minyak goreng di pasar tradisional. Hal ini membuat harga minyak yang dijual pedagang di pasar masih mengalami kenaikan.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan, minyak goreng yang ada di para pedagang saat ini merupakan stok lama sebelum pemerintah melakukan intervensi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter.
Menurutnya, pemerintah telah menginstruksikan para pedagang pasar tradisional untuk mengembalikan stok lama mingak goreng kepada agen atau distributor tempat mereka membeli. Tujuannya untuk mencegah kerugian para pedagang pasar akibat dari penetapan HET minyak goreng.
“Stok lama dikembalikan tidak dikembalikan suplayer. Pedagang tapi ngga punya transaksinya. Ini fenomenanya,” kata Oke Nurwan secara virtual, Selasa (8/2).
Oke menyebut, penyebab tingginya harga minyak goreng di luar pasar ritel modern yang saat ini terjadi karena para pedagang terlanjur membeli produk dengan harga tinggi. “Jadi tetsp harga tinggi karena pedagang mau habiskan stok dulu,” ucapnya.
Pihaknya memastikan, fenomena tersebut hanya berlangsung sementara. Nantinya, masyarakat dapat segera memperoleh harga minyak goreng dengan harga yang terjangkau sesuai dengan HET yang ditetapkan yaitu Rp 14.000 per liter. Selain itu, Ia juga memastikan fenomena lonjakan harha sawit di pasar global tidak akan berpengaruh ke harga minyak goreng dalam negeri.
“Mau dihabiskan ngga laku. Karena masyarakat sudah tau harga Rp 14.000 per liter. Untuk para pedagang, kalau dikembalikan ke suplaiernya terus ke lebih tinggi, tapi gak berjalan baik. Mereka lebih banyak diskusikan kembakikan ini,” ucapnya.
Oke Nurwan menambahkan, untuk skema pengembalian stok minyak goreng sudah diinstruksikan sebelumnya namun tidak segera dilakukan.
“Prosesnya penyelesaiannya apakah habis dibeli masyarakat karena langka, atau selesai nanti dengan mengembalikan ke rantai distribusi sampai stok habis. Skemanya ada yg sudah kami tentukan tapi ngga direspon cepat,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
