Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Februari 2023 | 20.45 WIB

Menko Airlangga Yakin Indonesia Segera Punya Pabrik Tembaga Terbesar

Caption: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau kemajuan konstruksi smelter Manyar di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur pada Kamis (2/2). (Istimewa) - Image

Caption: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau kemajuan konstruksi smelter Manyar di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur pada Kamis (2/2). (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, Indonesia bakal segera memiliki pabrik tembaga terbesar di dunia. Pabrik tembaga ini merupakan milik PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur.

Pernyataan ini disampaikan setelah meninjau kemajuan konstruksi smelter Manyar di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur pada Kamis (2/2).

"Pemerintah mengapresiasi kepada PTFI karena progress sejak di groundbreaking oleh Bapak Presiden ini sudah mencapai 51,7 persen, dan ini progress yang sesuai dengan yang tadi disampaikan,” kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat (3/2).

Airlangga menjelaskan, pabrik tembaga terbesar itu karena memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian smelter tembaga yang menggunakan jalur tunggal produksi, atau single line dengan kapasitas pengolahan konsentrat mencapai 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Airlangga meyakini, konstruksi smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia akan selesai tepat waktu, pada Desember 2023. "Pemerintah berharap bahwa project ini bisa selesai di akhir tahun ini, mechanical commissioning dan sesuai perencanaan di bulan Mei 2024 production-nya bisa keluar,” tegas Airlangga.

Smelter Manyar, kata Airlangga, akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti Precious Metal Refinery (PMR). Fasilitas PMR berfungsi untuk mengolah lumpur anoda dari hasil olahan pemurnian konsentrat tembaga menjadi emas dan perak. Pembangunan smelter ini menelan biaya investasi hingga USD 1.63 miliar dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 11.000 orang.

Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan rata-rata 35 ton hingga maksimal 60 ton emas per tahun. Smelter Manyar didesain single line terbesar di dunia, akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun.

"Fasilitas pendukung PMR memungkinkan proses produksi emas dari hulu ke hilir di dalam negeri yang akan memberikan nilai tambah bagi neraca perbankan Indonesia," pungkas Airlangga.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore