alexametrics

Setelah Crash Landing, Hari ini Emas Antam Terbang Rp 14.000 per Gram

2 Desember 2020, 11:45:18 WIB

JawaPos.com – Harga emas dunia kembali melemah seiring dengan meningkatnya progres vaksin virus Covid-19 untuk membantu pemulihan ekonomi global yang cepat. Investor mencermati kemungkinan stimulus Amerika Serikat (AS) lebih lanjut.

Mengutip laman Reuters, Rabu (2/12), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.813,75 per ounce pada pukul 07.50 WIB. Sementara, emas berjangka AS melemah 0,1 persen menjadi USD 1.816,90 per ounce.

Pejabat AS telah mengumumkan rencana untuk mulai proses vaksinasi terhadap jutaan warga pada pertengahan Desember. Moderna dan Pfizer-BioNTech bersaing ketat untuk meluncurkan vaksin Covid-19 mereka di Eropa setelah keduanya mengajukan permohonan persetujuan darurat Uni Eropa.

Di sisi lain, pemimpin Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell telah mengatakan, Kongres AS harus memasukkan gelombang baru stimulus virus Covid-19 dalam RUU pengeluaran USD 1,4 triliun. Banyak pejabat ekonomi AS juga mendesak Kongres untuk menyediakan lebih banyak bantuan bagi UKM.

Seorang pejabat senior Federal Reserve New York menilai, program pinjaman darurat yang dibentuk Federal Reserve (the Fed) selama pandemi dapat dihidupkan kembali dengan cepat setelah berakhir pada akhir 2020. Namun, Presiden Chicago Federal Reserve Bank Charles Evans dan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly berpendapat, tidak ada kebutuhan segera untuk stimulus moneter lebih lanjut. Evans justru menyerukan lebih banyak dukungan fiskal.

Adapun logam lainnya, seperti perak turun 0,5 persen menjadi USD 23,89 per ounce, sementara platinum berkurang 0,6 persen menjadi USD 994,00 per ounce, dan paladium melemah 0,4 persen menjadi USD 2.397,00 per ounce.

Mengutip logammulia.com, harga emas batangan milik Antam hari ini naik Rp 14.000 dan parkir di level Rp 952.000 per gram. Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini naik Rp 14.000 ke level Rp 825.000 per gram.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads