Sri Wahyuni bersama usaha yang dirintisnya dari dapur rumah hingga tembus pasar mancanegara. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Kisah perjuangan Sri Wahyuni membangun Sambal Ning Niniek membuka mata banyak orang tentang bagaimana usaha kecil bisa tumbuh dari dapur rumah hingga dikenal di mancanegara. Perjalanan ini dimulai dari tekad sederhana dan berkembang menjadi kisah inspiratif yang terus mendorong UMKM lain untuk berani bermimpi.
Pagi itu di teras rumahnya, Sri Wahyuni mengingat jelas langkah pertamanya ketika mendirikan usaha pada Oktober 2017 saat masih bekerja sebagai karyawan. “Perkenalkan, saya Sri Wahyuni, Owner dari Sambal Ning Niniek, sambal ini berdiri di tahun 2017,” ujarnya saat berbincang dengan JawaPos.com, Minggu (23/11/2025).
Setahun kemudian, ia mengambil keputusan besar yang menjadi titik balik hidupnya. “Pada saat itu saya masih kerja dan saya memutuskan resign ketika bulan Oktober 2018,” katanya.
Setelah berhenti bekerja, Sri Wahyuni mulai fokus bergabung dengan beberapa dinas untuk mengurus legalitas usahanya.
“Jadi mulai saat itu saya mulai bergabung dengan beberapa dinas dan dari situ saya mulai melengkapi legalitas usaha kami,” ujarnya.
Ia juga mulai memperkuat identitas produknya agar lebih mudah dikenali masyarakat. “Dan saya mulai membranding Sambal Ning Niniek ini,” tambahnya.
Produk pertama yang ia luncurkan adalah Abon Sambal Ikan Klotok, olahan khas Jawa Timur yang biasanya hanya dijadikan sambal atau oseng. “Jadi awal produk kami adalah Abon Sambal Ikan Klotok,” tuturnya.
Bahan utama abon klotok adalah ikan asin Jawa Timur yang ia olah menjadi bentuk abon agar lebih praktis disantap.
“Yaitu ikan asin Jawa Timur yang biasanya diolah hanya menjadi sambal maupun oseng-oseng, itu saya buat menjadi abon klotok,” ujarnya.
Ia berharap kreasi barunya itu bisa diterima masyarakat dari berbagai usia. “Jadi saya berharap dengan abon klotok ini bisa dinikmati dari mulai anak-anak sampai orang dewasa,” katanya.
Harapannya ternyata terwujud sejak awal penjualan karena produk tersebut mendapatkan sambutan positif. “Dan Alhamdulillah dengan produk utama kami bisa diterima masak pada saat itu,” imbuhnya.
Produk Sambal Ning Niniek dikemas dengan apik agar tembus pasar mancanegara. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
Tak lama setelah itu, pada 2019, Sambal Ning Niniek mulai rutin dipasarkan ke luar negeri melalui agen. “Jadi mulai saat itu saya di tahun 2019 sudah mulai memasarkan produk saya di Hongkong dan Taiwan,” ungkapnya.
Tahun 2020 menjadi awal perjumpaannya dengan Pertamina, ketika ia membutuhkan modal untuk meningkatkan standar produksinya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
