Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 November 2025 | 00.48 WIB

Link and Match Pendidikan-Industri, Jawab Krisis SDM dan Daya Saing Ekonomi Nasional

Ilustrasi persaingan di bidang jasa pengiriman dan logistik sangat kompetitif. (Istimewa) - Image

Ilustrasi persaingan di bidang jasa pengiriman dan logistik sangat kompetitif. (Istimewa)

JawaPos.com-Kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kini menjadi tantangan serius di banyak sektor pekerjaan di Indonesia. Termasuk bidang logistik.

Di tengah lonjakan permintaan tenaga kerja akibat pesatnya pertumbuhan e-commerce dan rantai pasok digital, banyak lulusan perguruan tinggi dinilai belum siap menghadapi realitas kerja di lapangan.

Melihat kondisi itu, J&T Cargo memperluas program kolaborasi dengan berbagai kampus untuk memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan industri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem talenta logistik nasional yang kompetitif dan adaptif terhadap perubahan teknologi.

Menurut Shahin Maulana, Talent Acquisition & Employer Branding Manager J&T Cargo, inisiatif ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

“Kami percaya, membangun hubungan erat antara dunia pendidikan dan industri adalah kunci untuk menyiapkan SDM yang relevan dengan tantangan masa depan. Setiap kegiatan yang kami jalankan membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik nyata di dunia logistik modern,” ujar Shahin melalui keterangannya.

Sejak 2024, lanjut dia, pihaknya menggandeng sejumlah universitas seperti BINUS University, Universitas Bunda Mulia, Universitas Ma Chung, Universitas Universal, dan Universitas Prima Indonesia untuk menghadirkan program pengembangan kompetensi mahasiswa.

Kegiatan yang digelar meliputi sharing session, campus job fair, office tour, hingga walk-in interview langsung di kampus. Dari program tersebut, lebih dari 50 mahasiswa telah direkrut melalui jalur magang dan Management Trainee untuk ditempatkan di berbagai divisi operasional.

Untuk memperluas akses pembelajaran berbasis industri, perusahaan juga membangun berbagai pelatihan lintas negara, seperti kursus Excel for Business, bahasa Mandarin, fotografi, desain UI/UX, hingga program pembelajaran di Shanghai bagi karyawan berprestasi.

Program semacam ini, menurut pengamat ketenagakerjaan, bisa menjadi contoh kolaborasi yang relevan di tengah lemahnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Sektor logistik sendiri disebut sebagai salah satu bidang paling terdampak transformasi digital, dengan permintaan tenaga kerja berbasis data dan otomasi yang meningkat tajam.

Menurut data Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), hanya sekitar 30 persen tenaga kerja logistik yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, terutama di bidang digitalisasi dan manajemen data.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa persoalan link and match bukan sekadar isu akademik, tetapi menyangkut daya saing ekonomi nasional.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore