Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 23.03 WIB

Bursa Efek Indonesia Targetkan 1.200 Emiten pada 2029

Dirut BEI Iman Rachman bersama Deputi Komisioner OJK, IB Aditya Jayaantara, dan jajaran direksi BEI pada peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di main hall BEI, Senin (11/8)

JawaPos.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target ambisius di 2029. Sejalan dengan inisiatif strategis untuk memperdalam pasar modal Indonesia, memperkuat perlindungan investor, dan sinergi regional. 

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan, terdapat dua fokus utama untuk pendalaman market. Yakni, melalui peningkatan jumlah emiten dan likuiditas pasar. "Peningkatan jumlah perusahaan targetnya di 2029, ada sekitar 1.200 (emiten)," ungkapnya dalam peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di main hall BEI, Senin (11/8).  

Proyeksi tersebut mempertimbangkan rasio kapitalisasi pasar (market cap) terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Yang mana dipatok pada level konservatif, sebesar 60 persen. Selain itu, juga memperhitungkan perusahaan-perusahaan unggulan untuk mencatatkan saham perdananya atau yang biasa disebut lighthouse initial public offering (IPO).  

Emiten lighthouse IPO memiliki kriteria kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun. Serta free float 15 persen atau nilai kapitalisasi pasar free float lebih dari Rp 700 miliar. "Jadi kita tidak bicara hanya jumlah tapi juga bicara quality ya," ujar Iman. 

Selain itu, BEI juga menargetkan likuiditas perdagangan harian hingga Rp 20 triliun pada 2029. Meniliki realisasi tahun lalu mencapai Rp 12,85 triliun. "Sehingga dampaknya adalah market cap per valuasi tercatat menjadi sekitar Rp 20 ribu triliun. Per hari ini (11/8), kapitalisasi pasar bursa tercatat mencapai Rp 13.600 triliun," imbuhnya.  

Dalam mencapai target tersebut, BEI telah menyiapkan sejumlah strategi. Untuk meningkatman likuiditas akan mencakup optimalisasi produk pasar modal di segmen ekuitas, surat utang (fixed income), dan derivatif. Dari sisi ekuitas, akan mendorong pembukaan instrumen baru. Termasuk potensi penerbitan produk di September 2025 mendatang, tergantung kondisi pasar jika memungkinkan. 

Dari sisi surat utang, penguatan dilakukan melalui pengembangan platform over the counter (OTC) trading. Khususnya untuk sistem penyelenggaraan perdagangan alternatif (SPPA), implementasi transaksi repo, serta kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan untuk optimalisasi perdagangan obligasi dan manajemen likuiditas. Sistem tersebut menawarkan fleksibilitas, kecepatan, dan privasi dalam bertransaksi. 

Sementara di pasar derivatif, BEI menargetkan penambahan kontrak berjangka berbasis indeks dan saham tunggal. "Tapi yang penting adalah secara sumber daya manusia, secara institution, maupun Ai (akal imitasi) ini tentu saja akan mendukung bursa bisa mencapai target yang dicanakan pemerintah terkait dengan GDP 8 perden di 2029," bebernya. 

Hingga 8 Agustus 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana hasil penawaran umum di pasar modal tembus Rp 145 triliun. Terdapat 16 emiten baru, terdiri dari 14 emiten saham dan 2 emiten efek bersifat utang atau sukuk (EBUS).  

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di level 7.533,385. Meningkat 6,41 persen sejak awal tahun ini. Nilai kapitalisasi pasar juga menguat 9,88 persen menjadi Rp 13.555 triliun.  

Surat utang juga menunjukkan pertumbuhan positif. Dengan Indonesia Composite Bond Index ditutup di level 421,81 dengan kenaikan 7,42 persen. "Aktivitas penghimpunan dana dari pasar modal telah mencapai 144,78 triliun dengan 16 emiten baru yang melantai di BEI sejak awal tahun ini," terangnya. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore